Sebelumnya
Dia optimistis, Eropa bisa menyesali keputusannya melakukan diskriminasi sawit Indonesia, karena kedepan sawit bisa diserap untuk kebutuhan sendiri. Apabila inovasi pemanfaatan sawit sebagai campuran BBM bisa didukung dengan kebutuhan mesin dan teknologi kendaraan, maka hal itu merupakan pasar yang potensial.
“Tapi bagaimana pemakaian dalam negeri harus diperbesar untuk penggunaan yang lain. Itu di zaman SBY sudah dicanangkan B20. Kalau pemakaian dalam negeri besar, mengemis Eropa itu,” kata dia.
Baca juga : Dubes Jepang: Indonesia Makin Matang Dalam Berdemokrasi
Pertumbuhan pengguna kendaraan yang mencapai 11,5 persen per tahun merupakan pasar yang besar bagi sawit. Maka penyerapan sawit untuk kebutuhan dalam negeri perlu didukung.
“Kita bisa besarkan CPO di dalam negeri dan Eropa nantinya akan kekurangan, bahkan mereka akan kehilangan,” terangnya.
Baca juga : Belgia Vs Rusia, Lukaku Masih Luka
Lebih lanjut Muchtar juga membahas mengenai potensi industri kendaraan apakah sudah bisa menerima atau tidak. Menurutnya pasar secara bertahap akan menerima apalagi pemerintah sudah mendukung penggunaan biodiesel.
“Bisa karena ini berjenjang. Teknologi dan mesin juga harus sudah diantisipasi bagaimana mesin-mesin untuk kendaraan atau lainnya bisa menggunakan BBM B50 secara bertahap,” tegas dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.