BREAKING NEWS
 

Saham BUKA Nyungsep

Startup Wait And See Intip IPO Bukalapak

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FAZRY
Kamis, 12 Agustus 2021 05:42 WIB
Bukalapak. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
“Pastinya sangat menguntung­kan bagi perusahaan teknologi, meskipun premium tapi menarik bagi pasar,” ujarnya.

Senada, Senior Certified Se­curities Analyst (CSA) Research Institute Reza Priyambada me­nambahkan, tak perlu khawatir dengan pergerakan saham Buka­lapak. Menurut Reza, pergerakan seperti itu cukup wajar, karena di awal IPO animo sangat tinggi.

“Banyak pelaku pasar masuk ke saham Bukalapak. Sehingga terjadi peningkatan harga. Be­gitu harganya sudah tinggi, ya dimanfaatkan investor untuk profit taking. Pelaku jual lagi, makanya saham BUKA turun,” jelas Reza kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Dolar Nyungsep, Rupiah Makin Perkasa

Sifat mayoritas trader, kata Reza, memang seperti itu. Mereka mengincar saham-saham IPO yang membawa keuntungan tinggi karena memanfaatkan mo­mentum tersebut. Namun dia me­lihat, antusias investor terhadap saham Bukalapak masih akan tinggi dan cenderung fluktuatif.

“Perusahaan teknologi lain akan melihat dan berkaca dari saham Bukalapak. Ini bisa bisa jadi benchmark bagi yang lain,” imbuhnya.

Reza lalu menyoroti pembelian saham Bukalapak yang dilakukan Pemerintah Singapura. Yakni melalui GIC Private Limited dan Archipelago Investment Pte. Ltd sebanyak 11,33 miliar unit atau 11 persen saham Bukalapak seni­lai Rp 1,36 triliun. Reza melihat hal tersebut sebagai wujud keter­tarikan asing kepada perusahaan teknologi lokal.

Baca juga : Lark Diklaim Bisa Tingkatkan Ekosistem Startup Di Indonesia

“Namun yang jadi pertanyaan, kalau nanti lebih banyak emiten asing yang beli, kemana inves­tor lokalnya? Kenapa tidak mau memperbesar nilai sahamnya, itu yang dipertanyakan,” ucap Reza.

Menurut Reza, hal tersebut bisa jadi karena belum banyaknya investor lokal yang paham dan tertarik dengan pasar modal. Kemungkinan kedua, banyak pihak juga yang masih melihat, bahwa perusahaan teknologi apalagi usia dini sudah IPO, masih rentan.

“Jadi, investor menilai lebih kepada risiko jangka panjang­nya,” pungkas Reza.

Baca juga : Bank Mandiri Genjot Beli Rumah Online Di Bukalapak

Sebelumnya, Direktur Utama Bukalapak.com Rachmat Kai­muddin bersyukur, proses IPO berjalan dengan baik sesuai rencana. “Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya atas du­kungan luar biasa bagi Bukalapak ini,” ucap Rachmat dalam keterangan resminya yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (6/8).

Ia menegaskan, meski IPO dilakukan di tengah berlangsung­nya pandemi Covid-19, minat terhadap saham Bukalapak tetap tinggi. Hal ini mencerminkan ke­percayaan terhadap Bukalapak, perusahaan yang berfokus kepa­da pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia serta kunci potensi ekonomi negara kita.

“Apa pun yang terjadi melalui IPO ini, kami di Bukalapak percaya bahwa kami dapat men­dorong pertumbuhan UMKM ke tingkatan selanjutnya,” kata mantan Direktur Keuangan Bank Bukopin ini. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense