BREAKING NEWS
 

Manfaatkan Pelatihan Dan Pembiayaan LPEI, UMKM Batik Asal Solo Ini Kembali Ekspor

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 18 Agustus 2021 21:45 WIB
Ilustrasi UKM batik asal Solo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu sektor industri berbasis  Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi unggulan di Tanah Air yakni tekstil, pergerakannya harus terkendala akibat pandemi Covid-19.

Komoditas unggulan ini ikut terguncang akibat kebijakan pembatasan mobilitas yang diberlakukan sejumlah negara tujuan ekspor, berdampak pada pembatalan sejumlah pesanan, pengurangan kapasitas produksi, hingga penutupan pabrik.

Baca juga : Mandiri Utama Finance Genjot Literasi Dan Pembiayaan Milenial

Pengusaha tekstil mau tidak mau harus lebih jeli dalam memanfaatkan segala peluang yang ada, sekecil apapun itu.

UKM ekspor batik asal Solo, CEO dari CV Pria Tampan, Andri Setyawan misalnya, harus memutar otak bagaimana bisa bertahan. Saat ini, ia dan teman-teman yang baru memulai atau sudah lama menjalankan bisnis, dihadapkan pada situasi yang kurang lebih sama yaitu pandemi Covid-19.

Baca juga : Kementan Tekankan Pentingnya Keamanan Pangan Produk UMKM Hortikultura

"Sangat penting untuk tetap optimis dan memiliki pola pikir positif bahwa kita dapat melewati situasi saat ini," ucapnya dalam acara Webinar UMKM Naik Kelas dengan Ekspor Berkelas yang diselenggarakan bersama oleh DJKN Kementerian Keuangan RI dan Lembaga PEI, Rabu (18/8).

Selain itu, sambung Andri, juga harus memanfaatkan segala bantuan yang diberikan pemerintah. Seperti dirinya yang telah memanfaatkan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) UKM dari LPEI. Bantuan tersebut sangat membantunya dalam menjalankan usaha khususnya di tengah situasi seperti ini.

Adsense

Baca juga : Kang Emil: Mari Taat Ulama Dan Pemimpin, Shalat Idul Adha Di Rumah Aja

Diakui Andri, optimisme CV Pria Tampan menunjukkan hasil yang positif. Per April 2021, UMKM yang dikelola generasi kedua ini, mampu melakukan pengiriman kain batik ke luar negeri sebanyak 7 kontainer atau senilai 220 ribu dolar AS atau setara Rp 3,1 miliar, setelah periode sebelumnya hanya 5 kontainer atau senilai 160 ribu dolar AS (Rp 2,3 miliar).

Selama 3 tahun terakhir, mayoritas negara tujuan dari UKM asal Solo ini adalah Kanada dan Amerika Serikat. Bulir-bulir putih yang timbul pada kain batik yang berasal dari proses pewarnaan kain, merupakan ciri khas yang membuatnya diminati oleh pasar mancanegara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense