BREAKING NEWS
 

Kementan Lakukan Analisis Ekonomi Pengendalian Rabies Di Kalbar

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : WAHYU SURYANI
Kamis, 27 Januari 2022 17:50 WIB
Direktur Kesehatan Hewan Kementan Nuryani Zainuddin (kiri)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP), melakukan analisis ekonomi pengendalian rabies di Kalimantan Barat.

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Nuryani Zainuddin mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengevaluasi program pengendalian rabies dari aspek ekonomi. Seperti, besaran pembiayaan dan manfaat yang didapatkan.

“Kita evaluasi program yang telah berjalan di Kalimantan Barat (Kalbar) dan keluarannya diharapkan memberikan rekomendasi program pengendalian rabies yang lebih efektif," kata Nuryani di Jakarta, Rabu, (26/1).

Baca juga : Didukung Pemerintah, PLN Siapkan Pengamanan Berlapis Pasokan Batubara

Nuryani mengatakan, Kalbar merupakan salah satu provinsi di Indonesia endemis rabies, setelah sempat dinyatakan bebas melalui Keputusan Menteri Pertanian pada tahun 2014. Danhampir selama 10 tahun sebelumnya tidak terdapat kasus rabies pada hewan maupun manusia.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar Muhammad Munsif menyebutkan, penyakit Rabies ini memiliki dampak ekonomi yang cukup signifikan. Selain dampak sosial dan dampak kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Barat. 

Adsense

"Maka dari itu, kami memiliki kepentingan yang kuat untuk mengontrol dan mengurangi dampak rabies saat ini," katanya.

Baca juga : MK Kukuhkan Wewenang Polisi Setop Orang Di Jalan Untuk Diperiksa

Munsif menjelaskan, pengendalian rabies ini membutuhkan alokasi sumber daya yang besar. Untungnya, telah dilaksanakan dengan pendekatan One Health yang melibatkan multi sektor, khususnya kesehatan masyarakat dan bidang kesehatan hewan. 

"Saya berharap, hasil analisis nantinya dapat memberikan masukan untuk optimalisasi program pengendalian rabies di Kalbar oleh Pemda dan Pusat," ucap Munsif. 

Terpisah, Tim Ahli Analisis Ekonomi Pengendalian Rabies di Kalbar, Dikky Indrawan dan Chaerul Basri setuju analisis ini aspek yang penting. Keduanya memastikan akan mengawal terus analisis yang sedang dilaksanakan ini.

Baca juga : KPK Terima Pengembalian Uang Kasus Suap Di Muba

"Harapannya, nanti akan ada model analisis ekonomi penyakit hewan yang dapat digunakan untuk wilayah lain," pungkas Dikky dan Chaerul. [KAL]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense