BREAKING NEWS
 

Badak Sumatera Lahir Saat G20, Menteri Siti: Puji Kinerja Dirjen KSDAE

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 28 Maret 2022 14:06 WIB
Badak Sumatera kembali lahir di TN Way Kambas, Provinsi Lampung.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kabar bahagia, seekor Badak Sumatera kembali lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Provinsi Lampung, saat pelaksanaan presidensi G20 Indonesia. Badak Sumatera bernama Rosa ini lahir pada Kamis, (24/3)  pukul 11.44 WIB. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya ikut berbahagia atas lahir dan bertambahnya Badak Sumatera.  Ia menghargai langkah dan kepemimpinan lapangan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno yang terus berkomitmen menjaga dan mengelola secara lestari keanekaragaman hayati untuk kepentingan nasional dan dunia

Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno menerangkan, anak badak ini merupakan hasil perkawinan badak jantan, Andatu dan badak betina, Rosa. Kelahiran anak badak Rosa ini menambah jumlah badak di SRS TNWK menjadi delapan ekor. 

Baca juga : Bertemu CEO GEF, Menteri Siti Bahas Lingkungan Dan Hutan Di Bali

Selain badak Rosa, badak lain menempati SRS TNWK adalah Bina (betina), Ratu (betina), Andalas (jantan), Harapan (jantan), Andatu (jantan), dan Delilah (betina).“Kelahiran Badak sumatera ini merupakan sebuah kabar gembira di tengah upaya Pemerintah dan mitra kerja meningkatkan populasi badak sumatera,” katanya, Senin (28/3).

Adsense

Wiratno mengucapkan terima kasih atas kerja tim dokter hewan dan perawat yang terus-menerus mengawasi perkembangan kebuntingan badak Rosa hingga perawatan pasca persalinannya.

Kelahiran anak badak sumatera menunjukkan kepada dunia keberhasilan upaya konservasi spesies mamalia besar. "Dengan kelahiran anak badak Rosa di SRS TNWK ini, kita menaruh harapan untuk dapat terus mendapat kabar bahagia dari kelahiran-kelahiran badak Sumatera lainnya di masa depan,” kata Wiratno.

Baca juga : Bandingkan Suara Azan Dengan Gonggongan Anjing, Menag Disentil PAN

Sementara Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar menghargai komitmen Dirjen KSDAE Wiratno menjaga dan mengelola secara lestari keanekaragaman hayati untuk kepentingan nasional dan dunia, masa kini dan mendatang. Ditjen KSDAE terus menerus berusaha untuk menjaga habitat dan keragaman hayati satwa liar. 

Sebagaimana publik telah menyaksikan kelahiran lima ekor anak Badak jawa di habitat alaminya di TN Ujung Kulon pada tahun 2021. Demikian pula dengan perkembangan populasi elang jawa dan jalak bali yang dengan dukungan penegakan hukum, pemantauan oleh pecinta burung terutama elang dan penangkaran jalak bali, upaya restocking dan pembinaan populasi di habitatnya menjadikan populasi satwa ini menjadi meningkat. 
Terutama jalak bali yang populasi di alamnya pada tahun 2001 hanya 6 individu, setelah ada intervensi manajemen konservasi exsitu dan insitu  pada 2021 total burung jalak bali sudah mencapai 394  individu di TN Bali Barat. 

Sementara untuk populasi elang jawa pada tahun 2020 berdasarkan kajian yang dilakukan Ditjen KSDAE terdapat sekitar 137-188 pasang elang jawa dengan perkiraan jumlah nya 600–900 elang jawa yang tersebar di 22 lansekap hutan lindung dan kawasan konservasi di Pulau Jawa.  Ini bukti bahwa ekosistem wildlife Indonesia makin baik. [MFA]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense