Sebelumnya
Fasilitas belajar di kelas juga mengalami kerusakan. Pada masa tanggap darurat ini, para guru masih fokus untuk penyembuhan atas trauma yang dirasakan. Sehingga proses pembersihan dan pendataan fasilitas yang rusak belum dilakukan.
"Harapan saya anak-anak tetap sabar dan kuat menghadapi musibah ini dan tidak kehilangan semangat untuk segera bangkit kembali menuntut ilmu," bebernya.
Baca juga : KPK: Penyelidikan Kasus Kardus Durian Objektif Dan Transparan
Menteri Nadiem sangat bersyukur karena satuan pendidikan kini semakin memahami pentingnya tanggap bencana. "Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk semua," ajaknya.
Upaya membangun budaya siaga dan aman di sekolah, serta untuk membangun ketahanan dalam menghadapi bencana terus dilakukan Kemendikbudristek melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dipayungi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2019.
Baca juga : Pendatang Baru Janji Tancap Gas
Aturan ini menjadi panduan bagi sekolah untuk menegakkan tiga pilar SPAB, yaitu faslitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.