BREAKING NEWS
 

Solar Canopy Single-Axis Solar Tracking System Berbasis IoT sebagai Pemanfaatan Lahan Parkir Terbuka IKN

Writer : Ivan Rajendra
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 4 Januari 2023 13:01 WIB
Sistem solar canopy (Sumber: Solsystems)

Wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) bukan gagasan semata. Presiden Jokowi telah resmi mengumumkan bahwa Kalimantan Timur menjadi wilayah tujuan pemindahan tersebut. Dalam pemindahan IKN ke Kalimantan Timur, Pemerintah telah merencanakan sejumlah pembangunan. Bahkan beberapa kementerian juga sudah mempersiapkan berbagai masterplan, urban design, hingga pembangunan infrastruktur dasar. Dengan dibangunnya IKN di Pulau Kalimantan menyebabkan lahan di Indonesia semakin terbatas. Keterbatasan lahan merupakan penyebab dari kecilnya potensi energi surya yang bisa dimanfaatkan, yaitu hanya sekitar 0,05%. 

Baca juga : UI Gelar Penelitian Rumah Tahan Gempa Berbasis Kearifan Lokal Di NTB

Beberapa provinsi di Kalimantan memiliki radiasi di atas 4,7 kWh/m2/hari, khususnya di Kalimantan Timur sebesar 4,78 kWh/m2/hari. Dengan potensi energi surya yang besar, diharapkan segala upaya dalam pemanfaatan energi surya tersebut dapat maksimal sesuai dengan potensi yang ada. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri, nyatanya pemanfaatan potensi energi surya tersebut masih kurang maksimal, dikarenakan keterbatasan lahan. Kalimantan Timur memiliki persentase yang paling besar yaitu mencapai 67,3%. Untuk mengatasi keterbatasan lahan di Ibukota baru, maka salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan lahan parkir terbuka dengan pembangunan Solar Canopy. Sebelumnya, pembangunan Solar Canopy ini telah dilakukan, namun efisiensinya masih perlu ditingkatkan lagi dengan cara mengembangkan inovasi lanjutan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensinya adalah melalui penggunaan solar tracking system

Baca juga : Dari Tanah Suci, Salim Segaf Berdoa Untuk Keselamatan Bangsa Dan Negara

Melalui sistem tersebut, efisiensi solar canopy dapat ditingkatkan dan aplikasi skala besarnya akan lebih ekonomis. Meskipun saat ini telah berkembang dual-axis solar tracking system yang mampu menghasilkan daya keluaran lebih besar dibandingkan single-axis solar tracking system, kompleksitas dan penambahan biaya investasi yang harus dikeluarkan masih belum sepadan dengan penambahan daya keluarannya. Di sisi lain, penggunaan dual-axis solar tracking system ini kurang efektif apabila digunakan di IKN baru, mengingat intensitas cahaya matahari di daerah khatulistiwa cenderung merata dengan sudut matahari yang tidak terlalu ekstrem. Kemudian, penelitian lain menyatakan bahwa scheduled-based solar tracking system terbukti lebih efisien dibandingkan sensor-based solar tracking system. Oleh karena itu, scheduled-based single-axis solar tracking system adalah sistem model yang cocok digunakan di Ibukota baru. Harapannya dengan menggunakan sistem ini, pemanfaatan energi solar di Ibukota baru Indonesia bisa lebih maksimal dan efisien.

Baca juga : Kemendagri Kerek Pemahaman Bahaya Narkotika

Alat tersebut nantinya akan mulai bekerja dengan pembacaan GPS, waktu, dan tanggal, yang nantinya akan dimasukkan ke website untuk diproses oleh database menjadi data sudut elevasi matahari. Data-data tersebut selanjutnya akan divalidasi oleh sistem dan dimasukkan ke dalam solar tracking system. Sementara itu, sistem mekanisme kanopi akan dimulai dengan pemroyeksian data-data sudut elevasi matahari pada proses sebelumnya oleh sistem untuk memperoleh single-axis angle. Single-axis angle inilah yang kemudian digunakan untuk menentukan apakah solar canopy telah berada pada posisi yang seharusnya atau belum. Apabila solar canopy belum berada pada posisi yang seharusnya, motor akan menggerakkan solar canopy menuju ke posisi yang seharusnya.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense