BREAKING NEWS
 

Bertumbuh Dan Berputar Dengan Inklusif, Pembuatan Asisstive Technology Prostetik bagi Penyandang Disabilitas Berbahan Limbah Plastik dengan Skema Corporate Social Responsibility

Writer : Celina Faramitha
Editor : MARULA
Jumat, 30 Desember 2022 08:17 WIB
Kaki Prostetik | sumber: Hanger Clinic

Pada tahun 2022 Sistem Infomasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), KLHK mencatat terdapat 2,8 juta ton timbulan sampah per tahun di Indonesia. Sebanyak 16,1% atau setara 458 ribu ton diantaranya adalah sampah berjenis plastik. Dari keseluruhan, terdapat 38,97% sampah tidak terkelola. Sampah yang tidak terkelola terakumulasi jumlahnya setiap tahun sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan menjadi media penularan penyakit. Kabar baiknya, sampah jenis plastik terutama PET, PP dan HDPE yang biasa kita jumpai dalam kemasan botol merupakan sampah paling mudah didaur ulang.

Konsep circular economy mulai hadir sejak 1960-1970, Paul Ekins sebagai salah satu penggagas ekonomi sirkular menitikberatkan pada upaya untuk memperlambat deplesi sumber daya alam, mengurangi kerusakan lingkungan dari ekstaksi bahan baku, dan mengurangi polusi selama siklus produk. Ada 2 cara untuk menempuh ekonomi sirkuler yang efektif yakni, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam atau mengurangi bahan yang dibuang. Sirkularitas adalah mengupayakan bagaimana bahan buangan dapat didaur kembali menjadi bahan baku atau produk jadi yang dapat masuk kembali ke sistem produksi/ekonomi. Limbah plastik dari hasil aktivitas operasi, sudah seharusnya ditarik kembali oleh perusahaan yang memproduksinya guna mewujudkan rantai ekonomi sirkuler.

Beralih ke topik penting lainnya. Di dunia, jumlah penyandang disabilitas diperkirakan mencapai 15% populasi penduduk. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memperkirakan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia pada tahun 2020 adalah 22 juta orang atau sebanyak 8% populasi (2021). Terdapat setidaknya 12%+2% penyandang dengan jenis disabilitas fisik yang mengalami terganggunya fungsi gerak dan membutuhkan bantuan alat bantuan tambahan berupa asisstive technology (AT).

Jenis Disabilitas Angkatan Kerja Penyandang Disabilitas

sumber: Sakernas 2020

WHO mendefinisikan AT sebagai produk, alat, ataupun sistem yang meningkatkan kemampuan belajar, bekerja, dan berkehidupan sehari-hari bagi orang dengan disabilitas. Sayangnya, kegagalan pasar terjadi pada AT, terutama di negara dengan pendapatan menengah dan rendah. Harga AT seperti kursi roda, kruk, prostetik tidak terjangkau bagi banyak penyandang disabilitas. 

Menurut WHO, pada 2018 hanya 1 dari 10 orang yang membutuhkan memiliki akses AT. Penyebabnya karena mahal, kurang pemahaman, ketersediaan, peraturan, dan tidak ada pembiayaan produksinya. Padahal, adanya AT akan dapat mengubah aspek kualitas kehidupan 180°. AT sangat esensial bagi penyandang disabilitas agar mampu berpartisipasi di lingkungan baik komunitas dan keluarga. AT adalah barang paling vital untuk meningkatkan inklusivitas dan independensi kelompok penyandang disabilitas. 

Selanjutnya, mari melihat pertumbuhan industri. Dikutip dari Statista, fast-moving consumer goods (FMCG) Indonesia adalah industri yang senantiasa mengalami pertumbuhan konsumi setiap tahunnya, bahkan tergolong ke pasar yang pertumbuhannya sangat cepat. Sejak 2018 sampai 2022 FMCG Indonesia tumbuh 6,4%. Semua aspek dari mulai makanan, minuman, dairy, perawatan rumah dan personal mengalami kenaikan yang pesat, tidak terpengaruh pandemi. Faktanya, laporan Break Free From Plastic (BFFP) pada tahun 2021 memperlihatkan bahwa 8 perusahaan terbesar penyumbang limbah plastik dunia berasal sektor FMCG.

sumber: Martin Banks, EU Political Report (2019)

Membangun circular economy adalah bagian dari corporate social responsibility (CSR). Bisnis tidak boleh dikecualikan dari prisip 3R (reduce, reuse, recycle). Semestinya, karena sumber utama produksi adalah dari perusahaan, mereka juga yang seharusnya memimpin perubahan strategi bisnis yang lebih berkelanjutan. Ketika bisnis mengimplementasikan bisnis yang terintegrasi dengan ekonomi hijau dalam konteks jangka panjang dan berkelanjutan, mereka juga membangun ESG (environment, social, and governance) yang lebih baik. Bisnis memiliki andil dalam kesejahteraan sosial, bukan hanya kesejahteraan pemilik dan pekerjaan di dalamnya. Mengambil bagian dalam pengentasan isu keadilan sosial dan pelestarian lingkungan bisa menjadi langkah terbaik untuk semakin memberdayakan wilayah dimana bisnis beroperasi. Pengolahan kembali limbah plastik perusahaan FMCG untuk pembuatan AT bagi penyandang disabilitas fisik adalah salah satu bentuk pengaplikasian ekonomi sirkuler yang sangat dibutuhkan. Dalam sekali dayung, Sustainable Development Goals nomor 3, 4, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13 yang berkaitan dengan inklusivitas dan produksi berkelanjuran terlampaui.

Penerapan CSR diatur dalam Bab 5 Pasal 74 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perusahaan wajib melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan menganggarkan dan perhitungan anggaran CSR. Dikaitkan dengan lemahnya daya beli penyandang disabilitas untuk produk-produk AT, pemerintah sebaiknya masuk dengan menggandeng perusahaan untuk segi pembiayaan dan akumulasi bahan baku limbah plastik via regulasi CSR sebagai pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. AT masuk ke barang publik yang sangat tersegmentasi penggunanya dan menurut UU 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas seharusnya difasilitasi Dinas Sosial melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) setempat. Faktor tidak lukratifnya pasar AT mengakibatkan sedikitnya produsen yang mau berkecimpung di dalamnya.

sumber: projectcircleg.com (2022)

Bukan merupakan rahasia pula, produksi AT memakan banyak energi. Satu orang penyandang disabilitas memerlukan banyak AT selama mengalami masa pertumbuhan atau perubahan tubuh. Dilansir dari organisasi Handicap International, satu orang dewasa mengganti prostetik setiap 5 tahun sekali. Hal ini berujung pada limbah juga. Selain mengolah limbah dari plastik produksi FMCG, proses bisnis CSR ini juga sebaiknya mengolah kembali AT yang sudah tidak terpakai. Inovasi baru reduce dapat dilakukan dengan menggunakan 3D printing untuk mengurangi energi dan bahan baku yang digunakan. Riset berkelanjutan recycle bisa dilakukan dalam memilih bahan yang lebih kokoh dan bisa didaur ulang. Aktivitas re-use dapat diaktualisasikan dengan redistribusi AT bekas yang dikembalikan dan masih layak pakai.

Dalam praktik nyata, terdapat beberapa perusahaan permbuat prostetik dengan harga terjangkau di luar negeri. Salah satu yang dapat dicontoh oleh Indonesia adalah Project Circleg di Uganda. Project Circleg menyediakan prostetik dari bahan daur ulang plastik polypropylene (PP) tersertifikasi dengan harga murah dan ramah lingkungan, didukung dengan ahli prostetik, akademisi, teknisi serta  melakukan kerja sama dengan pihak pengumpul limbah. 

Dengan disokong permodalan, bahan baku, dan model bisnis yang dibantu perwujudannya dengan skema CSR perusahaan besar yang sudah lebih handal, pemerintah Indonesia dapat mereplikasi inovasi penyediaan prostetik penyandang disabilitas fisik untuk kebermanfaatan sosial serta lingkungan. Selain perusahaan, akademisi juga sepatutnya digandeng untuk melakukan desain dan riset produk guna menunaikan kewajiban pengabdian masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jadi tidak hanya memberikan bantuan produk AT yang sudah jadi “beli-putus’ ke penyandang disabilitas, perusahaan besar turut andil dalam keberlangsungan jangka panjang pemenuhan kebutuhan pokok AT bagi kelompok rentan sekaligus bertanggung jawab dengan limbahnya sendiri, terutama plastik.

Esai ini ada sebagai upaya menjembatani perkawinan ekonomi hijau, keberlangsungan lingkungan, dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Bahwa bertumbuhnya industri dan GDP seharusnya sejalan dengan peningkatan taraf hidup semua orang di dalam sistemnya, tanpa terkecuali. Tidak boleh ada satu kelompok pun yang ditinggalkan di belakang.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense