Sebelumnya
Guidelines juga akan berperan dalam memastikan individu yang pernah terlibat tindak pidana terorisme berintegrasi ke masyarakat, dan tidak kembali mengulangi tindakan terorisme setelah mendapatkan program deradikalisasi, rehabilitasi dan reintegrasi.
Salah satu narasumber, Asisten Profesor di International Institute of Islamic Thought and Civilisation (ISTAC), International Islamic University Malaysia, Ahmad El-Muhammady mengatakan, tidak mudah mengubah pola pikir seseorang, rehabilitasi dan reintegrasi adalah pekerjaan seumur hidup.
Baca juga : Korban Insiden Plumpang Dirawat Di RSPP, Pertamina Pastikan Penanganan Terbaik
Perlu mendukung mereka secara berkelanjutan agar tidak kembali pada pemahaman yang salah.
“Kita harus memiliki mindset yang benar, saya menyebut R dan R mindset. Rehabilitation and Reintegration mindset. kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai mereka,” ungkapnya.
Baca juga : Status Darurat Dicabut, Pertamina Berikan Penanganan Terbaik Untuk Korban
Best practices yang telah tersusun di antaranya pemberian training bagi seluruh stakeholder yang mengerjakan langsung program deradikalisasi, rehabilitasi dan reintegrasi.
Selain itu, penguatan regulasi kebijakan, pemberdayaan masyarakat dalam proses reintegrasi sosial, hingga pembuatan buku saku tentang bagaimana mendeteksi dini individu yang telah terpapar.
Baca juga : Smartfren Dukung Percepatan Pengembangan Metaverse Di Indonesia
Acara ini dihadiri 49 peserta, yang terdiri dari para ahli, pembuat kebijakan, Civil Society Organization (CSO), dan praktisi Counter Violent Extremism (CVE) di kawasan ASEAN. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.