BREAKING NEWS
 

Dana Hibah 309 Juta Dolar AS GFATM Dipakai Buat Program AIDS, TBC Dan Malaria

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 19 Januari 2024 15:02 WIB
Foto: Kemenkes

RM.id  Rakyat Merdeka - The Global Fund to fight AIDS, Tuberculosis (TBC), & Malaria (GFATM) telah berkomitmen mendukung program eliminasi penyakit HIV, TBC, dan malaria serta Resilient Sustainable System for Health (RSSH) di dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima dukungan GFATM untuk mencapai target pada 2030. GFATM telah menyepakati dukungan dana hibah kepada Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan peluncuran/kick off implementasi dana hibah The Global Fund untuk program AIDS, TBC, dan malaria serta penguatan sistem kesehatan.

Total, dana hibah tersebut sebesar 309 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 4,6 triliun untuk periode anggaran 2024-2026.

Kegiatan peluncuran dana hibah tersebut dilaksanakan di Auditorium dr. Herman Susilo Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Hang Jebat, Jakarta pada Rabu (17/1/2024).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya mengatakan, keberadaan The Global Fund hingga saat ini merupakan bentuk komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat dunia bersama pemerintah mewujudkan eliminasi HIV, TBC, dan Malaria di seluruh negara.

Baca juga : DPR Mau Tanya Progres Pembangunan Smelter

“Saya ucapkan terima kasih kepada Thomas dan juga teman-teman yang sudah membantu program Global Fund seluruh komponen baik itu pemerintah, pemerintah daerah maupun lembaga sosial yang telah membantu kita,” kata Menkes Budi, seperti keterangan yang diterima RM.id, Jumat (19/1/2024).

Menkes Budi melanjutkan, terkait dengan HIV, dari perkiraan setengah juta orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2023, sebanyak 68 persen telah mengetahui status mereka.

Kemudian, 62 persen dari mereka yang mengetahui statusnya menerima obat dan 38 persen mengalami supresi virus.

Terkait kasus TBC, berdasarkan report 2023 mencapai sekitar 1.060.000, HIV sekitar 540.000, malaria sekitar 380.000.

Adsense

Pada tataran nasional di tahun 2023, 76 persen kabupaten/kota di Indonesia telah bebas dari malaria dan 89 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah bebas malaria.

“Malaria dari dulu itu bagus dan yang bagus saya tidak otak atik yang nggak bagus saya kejar, sekarang yang saya kejar HIV karena HIV yang tidak bagus, malaria bagus, sebanyak 318 kabupaten/kota tereliminasi malaria,” lanjut Menkes Budi.

Baca juga : Bantuan Pangan Ampuh Tekan Inflasi Dan Harga

Dia juga mengungkapkan, dukungan The Global Fund tidak hanya terbatas pada penyedia obat dan pelayanan kesehatan.

Tapi juga, membantu Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan.

“Saya minta dana hibah ini menjadi dana pelengkap dan bukan sebagai dana pengganti sehingga dana dari dalam negeri tetap diupayakan,” imbau Menkes Budi.

Dia menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada GFATM yang telah memberikan dana hibah sebagai salah satu dukungan program eliminasi penyakit HIV, TBC dan Malaria.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein menambahkan, dukungan The Global Fund dalam program eliminasi TBC, HIV, dan Malaria sangat membantu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Global Fund setelah menjalani proses negosiasi hingga ditandatangani perjanjian kerjasama The Global Fund telah menyepakati dukungan dana hibah kepada Indonesia untuk program AIDS, Tuberkulosis dan malaria serta RSSH untuk periode anggaran 2024-2026 dengan total nilai 309 juta dolar AS atau setara 4,6 triliun rupiah,” kata dr. Maxi.

Baca juga : Unika Atma Jaya Gelar Sidang Terbuka Program Doktor Di Awal 2024

Maxi menjelaskan, dana hibah senilai 309 juta dolar AS secara terperinci dengan komponen AIDS sebesar 103,7 juta dolar AS setara Rp 1,5 triliun. 

Lalu, omponen TBC sebesar 126 juta dolar AS setara Rp 2,3 triliun, komponen malaria sebesar 35,6 juta dolar AS setara Rp 539 miliar, dan RSSH 14,4 juta dolar AS setara Rp 218 miliar.

Secara komposisi, pengelolaannya sebesar 211,1 juta dolar AS dikelola oleh pihak Kementerian Kesehatan dan 98,6 juta dolar AS dikelola oleh pihak komunitas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense