BREAKING NEWS
 

Soal Isu Korupsi Pengadaan Jet Tempur Bekas

Wamenhan: Sesat, Fitnah, Hoaks

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : FITRIYANA YULIANTI
Selasa, 13 Februari 2024 07:10 WIB
Sebuah jet tempur Mirage 2000-5F lepas landas dari pangkalan udara Luxeuil-Saint Sauveur 116, di Saint-Sauveur, Prancis timur. AFP via Getty Images/SEBASTIEN BOZON

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemhan) digoyang isu dugaan korupsi pengadaan 12 jet tempur bekas jenis Mirrage 2000-5 milik Angkatan Udara Qatar.

Menanggapi hal ini, Wamenhan M Herindra memastikan hal itu sesat, fitnah dan hoaks. Dia menegaskan, Kemenhan tidak pernah membeli 12 pesawat jet tempur milik Angkatan Udara Qatar.

“Saya, mewakili Kementerian Pertahanan, menegaskan bahwa informasi-informasi tersebut sesat, fitnah dan hoax,” kata Herindra dalam konferensi pers, di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).

Purnawirawan Letjen TNI ini menjelaskan, Pemerintah Indonesia melalui Kemhan memang pernah membuat kontrak dengan Pemerintah Qatar untuk pengadaan pesawat jet jenis Mirrage 2000-5. Namun, kontrak yang dibuat pada awal Januari 2023 itu telah dibatalkan karena masalah finansial.

Baca juga : 2023, BTN Kantongi Laba Rp 3,5 Triliun

Dengan demikian, dia memastikan pembelian pesawat belum terjadi. Apalagi sampai disebut-sebut pembeliannya melibatkan PT PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).

Meski begitu, Herindra mengakui pihaknya tetap fokus berusaha mencari pesawat tempur terbaik yang tersedia untuk menjaga wilayah udara Indonesia.

Salah satunya, Rafale Dassault dari Prancis, yang akan segera hadir secara bertahap ke Indonesia.

“Pesawat tempur ini akan menjadi bagian yang memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga : Kemendag Dukung UMKM Pake Kemasan Siap Ekspor

Dia mengingatkan, jika informasi sesat ini terus dikembangkan, dapat memperlemah upaya Kemhan dalam merancang sistem kekuatan pertahanan Republik Indonesia.

Herindra menuding, informasi sesat ini sengaja dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan kementeriannya yang dipimpin Calon Presiden (Capres) nomor urut dua, Prabowo Subianto. Dia menyayangkan upaya fitnah dan pelemahan tersebut.

“Kami mengimbau kepada semua pihak tidak mengorbankan kepentingan nasional hanya demi kepentingan politik sesaat. Stop penyebaran informasi sesat, fitnah dan hoaks!” tegasnya.

Herindra menyebut, berita hoaks tersebut telah mendegradasi upaya penguatan pertahanan Indonesia, serta merugikan Kemhan. Karena itu, pihaknya sedang menggodok upaya untuk menempuh langkah hukum.

Baca juga : Selain Beras, Ayam Dan Telur Juga Dijual Murah

“Kementerian Pertahanan di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan tetap berkomitmen memperkuat pertahanan demi melindungi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Adsense

Juru Bicara Kemhan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo Subianto maupun Kemhan tidak mengenal Eva Kaili yang disebut-sebut jadi perantara dalam pengadaan pesawat jet tempur Mirrage 2000-5.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense