BREAKING NEWS
 

Raker Di DPR, Prabowo: Teknologi Pertahanan Kita Jauh Dari Harapan

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 11 November 2019 18:46 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11). (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan, teknologi pertahanan yang dimiliki Indonesia saat ini masih jauh dari harapan. Kualitas dan kecanggihannya belum cukup mampu untuk menandingi teknologi yang dimiliki bangsa lain.

"Jadi, kalau terjadi perang, yang bisa kita lakukan saat ini hanya dengan konsep pertahanan rakyat semesta. Karena secara teknologi, kita tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain," kata Prabowo di ruang rapat Komisi I, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11).

Baca juga : Wamenkeu Sebut Ekonomi Kita Masih Ok Dibanding Negara Lain

Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan menyebut, hingga kini masih banyak sektor pertahanan yang masih dibenahi. Namun, ia tidak merinci soal permasalahan tersebut. Ia hanya menegaskan, akan segera mencarikan solusi terkait persoalan itu bersama-sama dengan wakilnya yakni, Sakti Wahyu Trenggono.

Adsense

"Kekurangan dalam sektor pertahanan masih banyak sekali. Untuk itu, saya bersama pak Trenggono, akan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut," kata Prabowo.

Baca juga : Raker Dengan DPR, Usul Menpora Soal Naturalisasi Peyton dan Fabiano Diterima

Pada kesempatan itu, Prabowo menegaskan, dirinya sangat ingin Indonesia memiliki kekuatan pertahanan yang memadai, dengan konsep pertahanan bertahan atau defense. Sebab, konsep tersebut telah sesuai dengan karakteristik negara ini yang cinta akan perdamaian.

"Tapi biar bagaimanapun, walau kita cinta perdamaian, kita harus membangun kekuatan yang memadai untuk menjaga wilayah kita, kepentingan kita, kekayaan kita, agar tidak diganggu bangsa lain," tuturnya.

Baca juga : Menteri Nadiem Mau Teknologi Ciptakan Pemerataan

Eks Danjen Kopassus itu berpendapat, penguatan sektor pertahanan akan berdampak positif terhadap kelancaran pembangunan infrastruktur, yang belakangan ini masif dilakukan pemerintah. Karena kalau tidak, bangsa ini tidak akan bisa menjaga kedaulatan, dan bertahan sebagai negara.

"Kita boleh saja membangun infrastruktur yang banyak dan hebat. Tapi kita juga harus mengimbanginya dengan membangun kekuatan dalam menjaga wilayah laut, udara, dan darat, agar kedaulatan kita sebagai negara yang besar bisa terjaga dengan baik," ujarnya. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense