Sebelumnya
Co-founder Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) Erik Purnama berpandangan, kedaulatan adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar.
Pihaknya mengajak publik untuk memahami pentingnya perhatian dan dukungan publik terhadap masalah kedaulatan.
“Kedaulatan kita dalam konteks Laut China Selatan ini harus menjadi isu utama,” ujar Erik.
Pokok pemicu perang ini, menurut dia, perebutan kedaulatan. Indonesia tidak ingin terjadi konflik hingga perang terbuka. Kalau sampai terjadi perang di depan mata, itu dampaknya akan luar biasa.
“Tidak hanya mengganggu Laut China Selatan tetapi akan mengganggu wilayah ASEAN, Asia Pasifik dan sekitarnya,” kata Erik, mengingatkan.
Baca juga : Kemdikbudristek Tarik Buku Panduan Rekomendasi Sastra
Hasil survei ISDS bersama Litbang Kompas, Indonesia perlu mencari kawan dalam menyikapi ketegangan Isu Laut China Selatan. Ancaman nyata di perairan itu tidak bisa hanya ditangani oleh Pemerintah Indonesia saja.
Publik dengan latar belakang intelektual dan memiliki kepedulian terhadap kedaulatan dan geopolitik global menyatakan, Indonesia perlu melakukan kerja sama. Minimal agar masalah Laut China Selatan itu diselesaikan secara kesepakatan bersama.
Sebagai negara non-blok, Indonesia memang tidak bisa membentuk afiliasi. Tetapi, bisa mencari kawan sebanyak-banyaknya.
“Untuk itu, Indonesia perlu menggandeng negara ASEAN agar bersama-sama menyuarakan aspirasi bahwa Laut China Selatan ini terjadi pelanggaran kedaulatan,” paparnya.
Indonesia juga harus menyatakan bahwa wilayah perairan Indonesia tidak boleh diklaim oleh negara lain. ASEAN pun harus mendukung kedaulatan Indonesia.Peneliti Litbang Kompas Dimas Okto menambahkan, dalam survei yang dilakukan, publik menilai ASEAN sebagai mitra terkuat untuk Indonesia menghadapi isu Laut China Selatan.
Baca juga : Beringin Bakal Ngusung Putrinya Akbar Tandjung
Selain negara-negara ASEAN, survei Litbang Kompas juga menyebut publik berpendapat salah satu negara yang bisa diajak berkawan adalah Amerika Serikat.
“Keinginan publik agar ada kerja sama dengan Amerika ini mencapai 16,7 persen,” ungkapnya.
Bahkan ada yang mengajak China untuk menjadi kawan dalam menghadapi isu Laut China Selatan dengan persentase sebesar 14,3 persen. Sementara yang mendukung kerja sama bareng Rusia hanya 8,4 persen.
Dalam survei yang dilakukannya, publik menginginkan kerja sama yang dilakukan fokus terhadap pertahanan.
“Publik ingin Indonesia melakukan kerja sama soal militer untuk berjaga-jaga supaya tidak terjadi pelanggaran di Laut China Selatan,” katanya.
Baca juga : Ternyata, Ada Juga Wakil Rakyat Yang Kasih Dukungan
Selain aliansi pertahanan yang diharapkan muncul. Kerja sama lainnya bersifat pendidikan untuk para perwira TNI. Ada juga kerja sama pengembangan industri pertahanan Indonesia dan latihan bersama.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 31 Mei 2024 dengan judul Hadapi Sengketa Laut China Selatan, Indonesia Harus Kuatkan Perkawanan & Pertahanan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.