BREAKING NEWS
 

Genjot Produksi Migas

Pemerintah Gandeng Perusahaan China...

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Senin, 29 Juli 2024 07:30 WIB
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Ariana Soemanto. (Foto :Ditjen Kementerian ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengintensifkan kerja sama dengan perusahaan asal China, demi meningkatkan cadangan dan produksi minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air. Hal itu merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri ESDM, Arifin Tasrif ke negara tersebut

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ditjen Migas Ke­menterian ESDM Ariana Soe­manto mengatakan Ditjen Migas, SKK Migas, dan PT Pertamina Hulu Energi berkolaborasi men­dorong teknologi serta berbagai upaya peningkatan cadangan dan produksi migas dari China untuk diterapkan di Indonesia.

Menurutnya, dari lima fokus area eksplorasi di Indonesia timur, ada dua area Buton dan Timor terdapat partisipasi pe­rusahaan migas China yaitu, Sinopec dan Petrochina. Dua area tersebut telah ditetapkan sebagai area joint study pada Juni 2024.

“Setelah nanti joint study selesai, dilanjutkan penawaran langsung wilayah kerja migas (WK), penetapan pemenang WK, dan eksplorasi migas,” kata Ariana dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (28/7/2024).

Baca juga : PAN Diragukan Dukung Anies

Kementerian ESDM, kata Ariana, tahun ini juga telah melelang 5 blok migas yang ditawarkan pada perhelatan Indonesia Petroleum Associa­tion (IPA) 2024 Mei 2024 lalu. Dari perusahaan yang submit, terdapat juga partisipasi dari perusahaan China.

“Nanti pada waktunya akan diumumkan. Joint study dan lelang blok migas ini meru­pakan bagian dari strategi untuk penemuan cadangan migas,” jelasnya.

Terkait dengan peningkatan produksi, salah satu perusahaan China, yaitu Sinopec, sedang proses bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk penerapan teknologi dan upaya peningkatan produksi di lima kandidat lapangan migas Per­tamina.

Adsense

Ariana menjelaskan, opsi mekanismenya melalui kerja sama operasi (KSO) model baru atau modifikasi antara Pertamina dan Sinopec, yang berdasar­kan evaluasi merupakan skema lebih cepat, fleksibel, dan tetap menarik.

Baca juga : Airin-Ade Sumardi Tinggal Deklarasi

Saat ini, statusnya sedang proses izin pembukaan data migas, kemudian confidentiality agreement (CA) antara Pertamina-Sinopec.

Selanjutnya, pengiriman tim teknis Sinopec untuk studi ke lima lapangan Pertamina dalam rangka menentukan pilihan lapangan dan teknologi yang akan diterapkan per lapangan.

“Hal tersebut sesuai arahan Bapak Menteri ESDM bahwa Direktorat Jenderal Migas, SKK Migas, dan Pertamina agar berkolaborasi mendorong kerja sama dengan perusahaan China ini berjalan lebih cepat,” ucapnya.

Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Pemerintah menjalankan berbagai upaya untuk men­jaga produksi komoditas mi­gas, meski dihadapkan dengan berbagai tantangan operasi produksi.

Baca juga : Senayan Soroti Anak-anak Kena Gagal Ginjal & Diabetes

Menurutnya, saat ini terdapat berbagai peluang besar pening­katan produksi minyak bumi.

Pertama, peningkatan produksi minyak bumi dari lapangan lepas pantai Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, dengan total potensi awal lebih dari 1 miliar barel minyak.

Kedua, peningkatan recovery factor, bermitra dengan perusa­haan migas dari China. Dadan menjelaskan, setelah kunjungan kerja Menteri ESDM Arifin Tasrif ke China, banyak pe­rusahaan Migas China, yang kemudian berdatangan untuk upaya peningkatan Recovery Factor, seperti CNPC, CNOOC dan Sinopec.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense