BREAKING NEWS
 

Dorong Proses Hukum Kasus Bunuh Diri dr. Aulia Risma, Menkes: Saya Kasih Polisi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 2 September 2024 21:18 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (tengah) saat menjawab pertanyaan wartawan di Denpasar, Bali, Senin (2/9/2024). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terus mendorong proses hukum kasus dugaan perundungan dan pemerasan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, yang berujung pada kasus bunuh diri mahasiswi program tersebut: dr. Aulia Risma Lestari.

"Karena itu sudah masuk, saya mau kasih ke polisi saja. Biar langsung dipidanakan. Supaya semuanya jelas. Orang-orangnya juga tahu dan ada efek jeranya," kata Menkes, saat ditanya soal dugaan pemerasan dalam kasus bullying dr. Aulia Risma Lestari di Denpasar, seperti dikutip ANTARA, Senin (2/9/2024).

Menkes menambahkan, proses hukum terhadap pelaku yang diduga menjadi biang kerok kasus perundungan di lingkungan kampus Universitas Diponegoro Semarang hingga tragedi bunuh diri calon dokter spesialis itu ditujukan untuk memberikan kepastian hukum kepada korban.

Baca juga : Temuan Kemenkes: dr. Aulia Risma Diduga Dipalak Rp 20-40 Juta Per Bulan

Tak kalah penting, proses hukum dilakukan agar semua pihak tidak menganggap perundungan sebagai hal wajar untuk mendidik calon dokter yang tangguh.

Adsense

Menkes pun membantah anggapan yang menyebut calon dokter spesialis tangguh dihasilkan dengan cara-cara yang tidak manusiawi, semisal pelecehan seksual hingga pemerasan.

"Langkah hukum dilakukan untuk membuka kasus tersebut secara terang benderang dan tidak dianggap biasa oleh pelaku," tegas Menkes.

Baca juga : Kawal Janji Politik Prabowo

"Kalau tidak diberikan sanksi, ini akan terus menerus dianggap sebagai hal yang biasa. Karena memang dilakukan dari dulu," tandasnya.

Menkes mewanti-wanti agar tindakan serupa di kampus-kampus segera dihentikan. Sistem pendidikan di kampus harus segera diperbaiki, agar tak ada korban jiwa lagi.

"Saya tekankan hati-hati, apalagi sudah ada yang wafat. Ini sangat tidak biasa. Apa pun yang terjadi, kalau ada yang wafat karena sistemnya salah, kita harus mengakui itu salah. Segera perbaiki. Bukan membiarkan sampai puluhan tahun," papar Menkes.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense