Dark/Light Mode

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Diturunkan

Tak Risau, Pengusaha Pede Tetap Cuan Di Tahun Politik

Minggu, 11 Juni 2023 06:45 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid. (Foto: Antara)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi batas bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,3-5,7 persen menjadi 5,1-5,7 persen. Revisi ini masuk dalam asumsi dasar ekonomi makro pada pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024.

Meski ada revisi, pelaku usaha tetap optimistis ekonomi Indo­nesia bisa tumbuh stabil dan ekonomi global kian membaik.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pengusaha tidak khawatir meski Pe­merintah memangkas batas bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2024 menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,3 persen.

Baca juga : Sri Mulyani Mencium Aroma Ketidakpastian

Dia menyebut, fondasi per­ekonomian Indonesia masih sangat kokoh dalam menghadapi gejolak perekonomian dunia. Iklim usaha juga tetap baik, sehingga pengusaha bisa tetap cuan di tahun depan.

“Artinya, pertumbuhan ekono­mi Indonesia tidak akan anjlok terlalu dalam, meski dibayangin resesi global. Yang terpenting, iklim usaha tetap bagus untuk berbisnis pada 2024” kata Arsjad kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Arsjad juga memastikan, Kadin akan terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan kekuatan perekonomian da­lam negeri, dari segi produksi maupun konsumsi. Apalagi, kekayaan alam Indonesia yang beragam menjadi potensi bagi pengusaha dalam negeri sebagai bahan baku produksi.

Baca juga : Airlangga Dorong Penguatan Kemitraan Indonesia-Inggris

“Saatnya pengusaha meman­faatkan kearifan lokal dengan melakukan industrialisasi dengan skema hilirisasi dan juga kolaborasi dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” ujarnya.

Hal itu akan semakin mendorong perputaran perekonomian dalam negeri. Menurut Arsjad, bonus demografi sangat men­dukung sebagai pangsa pasar produk dalam negeri.

Dia juga mengingatkan, saatnya masyarakat Indone­sia bangga dengan memakai produk-produk dalam negeri. Banyak produk dalam negeri yang memiliki kualitas bagus dan berdaya saing tinggi, tidak kalah dengan produk luar.

Baca juga : Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Airlangga Resmikan Wiraraja Industrial Park Di Kepri

Direktur Utama Indika Energy Tbk ini menjelaskan, pada dasarnya Pemerintah telah mem­berikan sinyal positif pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024. Dari situ terlihat fondasi perekonomian In­donesia masih sangat kokoh, meski ada ketegangan geopolitik.

Arsjad juga menyebut, pe­mangkasan target pertumbuhan ekonomi pada 2024 hanya ter­jadi pada batas bawah, yaitu dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen. Keputusan ini sebagai pelebaran target pertumbuhan ekonomi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.