RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi ingin investasi untuk produk substitusi impor di Indonesia meningkat. Tujuannya, agar bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Saya juga senang sekali bahwa setiap penanaman modal itu pasti menyerap ratusan atau ribuan tenaga kerja yang seluruhnya berasal dari daerah kita,” kata Presiden Jokowi saat peresmian pabrik New Polyethylene PT Chandra Asri Petrochemical di Cilegon, Banten, Jumat (6/12) seperti dikutip antaranews.
Baca juga : Tolak Jabatan Presiden 3 Periode, Jokowi: Ada Yang Ingin Tampar Muka Saya
Hal inilah yang membuat Presiden menekankan pentingnya penanaman modal atau investasi. Sebab, menurut Presiden, investasi selalu mengarah pada pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya.
“Inilah pentingnya kenapa saya selalu menyampaikan penanaman modal, investasi, larinya ke mana sih? Pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya yang akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi tidak hanya di Cilegon dan Banten saja tetapi juga perekonomian nasional kita,” katanya.
Baca juga : Terus Berikan Layanan Ke ASN, Korpri Apresiasi Taspen
Ia mengatakan, pada 2018, neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia untuk seluruh bahan kimia tercatat masih defisit Rp193 triliun. “Ini angka yang memberatkan neraca perdagangan kita. Dan kita biarkan bertahun-tahun tidak ada perubahan. Inilah yang ingin kita selesaikan,” katanya.
Hal itulah yang mendorongnya untuk memberikan tax holiday dan tax allowance untuk bidang ini. “Karena kita masih defisit Rp 193 triliun. Untuk apa? Kita bisa membuat kenapa harus impor. Yang seperti ini satu per satu akan saya lebih detailkan dan akan kita selesaikan,” katanya.
Baca juga : Bamsoet Harap Kerja Sama Indonesia-Rusia Terus Ditingkatkan
Presiden memantau ekspor bahan kimia Indonesia saat ini sebesar Rp 124 triliun. Sementara impor bahan kimia mencapai Rp 317 triliun. “Jadi, defisitnya Rp193 triliun. Gede sekali,” katanya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.