BREAKING NEWS
 

Diprotes Karena Cabut Moratorium PMI, Menteri Karding: Arab Sudah Berubah

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 24 Maret 2025 20:03 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding saat Penandatanganan Kerja Sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (24/3/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding angkat bicara perihal protes terkait pembukaan moratorium penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) untuk Arab Saudi.

Hal ini disampaikan Menteri Karding usai Penandatanganan Kerja Sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (24/3/2025).

Mulanya, Menteri Karding mengungkapkan, Kementerian P2MI berencana melakukan pemetaan potensi calon pekerja migran Indonesia yang bersumber deri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca juga : Pengusaha Truk Ancam Mogok, Wamenperin: Perlu Ada Solusi Bersama

Kementerian P2MI, tegas Karding, tak hanya bertanggungjawab terhadap penempatan, tapi juga fokus pada pelindungan pekerja migran.

Adsense

“Maka yang paling utama menjadi fokus kami adalah pelindungan. Tetapi bukan berarti karena pelindungan ini yang utama, maka kita tidak boleh menempatkan orang ke mana-mana karena ketakutan masa lalu,” kata Menteri Karding.

Menteri Karding menyebut ada beberapa pihak yang memprotes tindakannya terkait pembukaan moratorium penempatan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi.

Baca juga : Kolaborasi PNM dan Kementerian UMKM Perkuat Literasi Usaha Nasabah

Menurutnya, pelindungan, regulasi maupun kultur di Arab Saudi sudah berubah.

“Seperti di Arab Saudi itu saya diprotes, tidak boleh menempatkan pekerja migran. Saya kira sudah banyak yang berubah, di Arab berubah. Kita sudah ada undang-undangnya, kultur sudah mulai berubah, regulasi berubah, banyak hal yang berubah,” kata Menteri Karding.

Menteri Karding menilai, pembukaan moratorium dengan Arab Saudi harus dibuka untuk kemajuan Indonesia di sektor pekerja migran.

Baca juga : Bantah Kebut Perkara Hasto, Ketua KPK: Tahapannya Sudah Sesuai

"Saya kira kalau kita tidak mau mencoba lagi, maka kita akan jalan di tempat," pungkas Menteri Karding.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense