RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya memperkuat sistem keamanan digital dalam layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Menurutnya, keberadaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sangat penting lantaran menjadi jantung data kependudukan nasional.
“Dukcapil ini memang jantung. Jantung data yang paling basic dan mungkin paling lengkap se-Indonesia. Itu digunakan oleh semua, banyak sekali, baik Pemerintah maupun swasta,” ujar Tito saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2025 secara hybrid dari Gedung Ditjen Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kemendagri, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Karena itu, Tito meminta infrastruktur digital layanan dukcapil terus diperkuat. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas penyimpanan, bandwidth, server, maupun backup storage, sehingga ketika terjadi persoalan data, hal tersebut dapat segera dimitigasi.
Dalam kesempatan itu, dia juga meminta agar kapasitas petugas yang berperan dalam menginput data kependudukan di daerah terus ditingkatkan.
Baca juga : Dukung Prabowo Di Pilpres 2029, PAN Bikin Gerindra Happy
Peran mereka sangat penting dalam memperbarui data kependudukan. Mulai dari data kematian, kelahiran, perpindahan alamat, hingga status pernikahan.
Eks Kapolri ini menambahkan, posisi dinas dukcapil di daerah bersifat semi vertikal. Artinya, keberadaannya berada di bawah struktur pemerintahan daerah. Namun, pembinaan teknis serta pengangkatannya ditentukan melalui Surat Keputusan (SK) Mendagri.
Dia menyebut kebijakan tersebut bertujuan menjaga agar Dinas Dukcapil memiliki komunitas tersendiri yang solid.
Hal ini tidak lepas dari peran penting mereka dalam mengelola data kependudukan di daerah. Karena itu, posisi tersebut perlu diisi oleh figur yang tidak hanya memahami keterampilan manajerial, tetapi juga teknis.
Selain itu, Tito meminta jajaran Ditjen Dukcapil lebih maksimal mendorong peningkatan perekaman KTP-el agar data masyarakat dapat terekam dalam sistem dan memperoleh pelayanan administrasi dari negara.
Baca juga : Pengawasan Pelaksanaan MBG Harus Ditingkatkan
“Karena itu, saya minta jajaran dukcapil, tolong Pak Teguh lebih proaktif, lebih agresif mengejar masyarakat-masyarakat yang belum terdata dalam jajaran (layanan) dukcapil,” tandasnya.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan, kegiatan tahunan yang diikuti jajaran Dukcapil seluruh Indonesia ini dilandasi pada beberapa urgensi.
Di antaranya, sebagai upaya mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas Tahun 2045, sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung Asta Cita, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya Asta Cita Keempat, Keenam dan Ketujuh.
“Isu nasional dan global yang berkembang terkait dengan tata kelola dan pendayagunaan data kependudukan berbasis digital,” kata Teguh.
Berkaitan dengan urgensi pelaksanaan Rakornas Dukcapil Tahun 2025, Teguh menyampaikan beberapa isu nasional dan global.
Baca juga : Parlagutan Harahap Terbukti Jual Beli Suara
Di antaranya, target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tujuan ke-16 dan sasaran ke-9 tentang identitas hukum bagi semua warga semakin mendesak.
Mengingat, masih ada sekitar 800 juta orang di dunia yang tidak tercatat secara administratif dan menghambat akses mereka terhadap layanan dasar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.