BREAKING NEWS
 

Kemenkomdigi Bicara Di Forum ASEAN

Perangi Hoax Dengan Jurnalisme Berkualitas

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 13 Mei 2025 07:30 WIB
Dirjen KPM Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya (tengah) memberikan sambutan dalam pertemuan ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI) ke-17 di Brunei Darussalam, Kamis (8/5/2025) (Foto: Dok. Ditjen KPM Kemkomdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Fifi Aleyda Yahya dalam Kon­ferensi Para Menteri ASEAN yang Bertanggung Jawab atas Informasi (AMRI) ke-17, yang digelar di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada 8 Mei 2025.

“Informasi yang akurat adalah tulang punggung demokrasi. Tanpa dukungan terhadap jurnalisme berkualitas, hoax akan terus merajalela,” tegas Fifi dalam sesi diskusi bertema “MAJU” (Media Advancing Joint Understanding), seperti dikutip dari siaran pers Kemen­komdigi, Senin (12/5/2025).

Dalam forum tersebut, Indo­nesia juga menyoroti penting­nya melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya di internet.

Baca juga : 20 DPW Ingin Punya Ketua Umum Baru

“Anak-anak adalah generasi penerus. ASEAN tidak bisa abai terhadap ancaman konten negatif yang mereka hadapi,” kata Fifi.

Sebagai langkah konkret, Indonesia telah menjalankan Gerakan Nasional Literasi Digi­tal (GNLD), yang menurut Fifi, bisa menjadi model penguatan literasi digital di kawasan. Literasi digital bukan cuma soal kemampuan teknis, tapi juga soal menumbuhkan daya pikir kritis.

Tak hanya itu, Indonesia juga memperkenalkan dua kebijakan anyar, yaitu Perpres 32/2024 ten­tang Tanggung Jawab Platform Digital, dan PP 21/2025 tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Indonesia pun men­dorong kolaborasi lebih erat antara negara anggota ASEAN dan perusahaan teknologi untuk berinvestasi dalam jurnalisme bermutu tinggi.

Baca juga : Deteksi Dini Jadi Kunci Tangani Jemaah Haji

Forum AMRI ke-17 ini meng­hasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk Bandar Seri Begawan Declaration yang menegaskan komitmen ASEAN dalam melawan disinformasi dan memajukan media sebagai mitra strategis pembangunan.

Selain itu, disepakati pula Kuala Lumpur Declaration untuk penggunaan media sosial yang aman dan bertanggung jawab.

Adsense

AMRI ke-17 juga menjadi ajang dialog bilateral. Delegasi Indonesia, misalnya, mengada­kan pertemuan dengan Menteri Informasi Kamboja.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense