Dark/Light Mode

Tingkatkan Perdagangan Dengan AS

Senayan: Siapkan Regulasi Hapus Hambatan Non Tarif

Selasa, 13 Mei 2025 07:10 WIB
Politisi Fraksi Golkar Erwin Aksa. (Foto: Instagram/erwinaksa.id).
Politisi Fraksi Golkar Erwin Aksa. (Foto: Instagram/erwinaksa.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi Fraksi Golkar Erwin Aksa menyoroti hambatan non-tarif yang masih menjadi kendala dalam hubungan dagang Indonesia-Amerika Serikat (AS). Persoalan ini mesti dicari jalan keluarnya agar hubungan dagang kedua negara meningkat dan saling menguntungkan.

Wakil Ketua Umum Kamar dan Industri (Kadin) Indonesia ini menjelaskan, dalam lawatannya bersama Kadin ke AS selama sepekan belakangan ini, persoalan non-tarif menjadi perhatian pengusaha dan Pemerintah AS.

“Kami bertemu dengan banyak pengusaha dan juga perwakilan Pemerintah. Keluhan-keluhan yang disampaikan, terutama terkait asesmen yang sangat lama,” kata Erwin dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka, Sabtu (10/5/2025).

Baca juga : Larangan Ekspor Bijih Bauksit Kebut Hilirisasi

Erwin mencontohkan, perusahaan susu asal AS mengaku membutuhkan waktu tiga tahun untuk bisa masuk ke Indonesia sejak permintaan. Selain itu, ada isu birokrasi halal untuk daging, kuota untuk produk agrikultur, serta hambatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) terhadap produk-produk teknologi seperti Apple.

“TKDN juga disampaikan. Produk seperti Apple kemarin dihambat untuk berjualan karena TKDN. Hal seperti inilah yang menjadi concern dari Pemerintah Amerika (Serikat),” ungkap Erwin.

Dia berharap, dalam waktu dua bulan ke depan akan ada relaksasi regulasi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Baca juga : Ekosistem Industri Tak Bisa Dibangun Instan

“Kita berharap bisa memberikan yang terbaik, membeli barang Amerika (Serikat) lebih banyak. Sehingga, tarif yang diberikan kepada Indonesia bisa lebih wajar, seperti negara- negara sahabat Amerika lainnya,” harap Erwin.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, banyak peluang dagang bisa dimanfaatkan saat melakukan kunjungan Kadin ke Negeri Paman Sam.

Dengan peluang tersebut, nilai perdagangan Indonesia-AS dapat menembus angka 80 miliar dolar AS, atau dua kali lipat setelah proses negosiasi tarif resiprokal.

Baca juga : APAR Cegah Ratusan Kebakaran Membesar

“Prediksi kami di Kadin, antara ekspor dan impor (Indonesia-AS) itu 39-40 miliar dolar AS kurang lebih. Dalam waktu 2-3 tahun, kalau kita pandai, itu bisa menjadi dari 40-80 miliar dolar AS. Dalam 4 tahun, bisa jadi 120 miliar dolar AS. Kalau misalnya kita menyiasatinya benar,” yakin Anindya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.