BREAKING NEWS
 

Airlangga Paparkan Strategi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Longgarkan Impor, Bidik Pasar Baru Dari Australia Hingga Eropa

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : RATNA SUSILOWATI
Senin, 7 Juli 2025 08:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Kalau mineral kritis bagaimana, Pak?

Mineral kritis itu kita nggak atur sekarang. Soal progres negosiasi dengan Amerika, kita tawarkan ke mereka, tapi lihat juga. Mereka kan ada yang gaya negosiasi, ada yang bluffing. Jurusnya banyak, dan nggak ada yang bisa dipegang pasti.

Jadi artinya pendekatan atau lobby soal tarif ini memang jangka panjang Pak?

Iya. Terhadap mereka, ada tiga kelompok yang masing- masing punya jalur ke presidennya sendiri-sendiri. Mereka saling bersaing juga, bahkan saling menjegal. Ada USTR (United States Trade Repre­sentative). Ini adalah kantor pemerintah AS yang mengurusi kebijakan perdagangan inter­nasional. USTR ini mengurus teknis. Ada juga dengan United States Secretary of Commerce Howard Lutnick. Lutnick ini dekat juga dengan Presiden Donald Trump. Dan ada juga Scott Bessent yang menjabat sebagai Secretary of Treasury. Bessent adalah pejabat AS yang bertanggung jawab dan menangani kebijakan tarif perdagangan AS. Bessent juga dekat dengan Trump. Tapi Lutnick lebih vokal. Jadi dia lebih fokus.

Baca juga : Tes Calon Dubes, DPR Nggak Neko-neko

Strategi relaksasi impor ini apakah bakal menarik inves­tor?

Adsense

Ya, ini bagian dari komit­men kita untuk masuk OECD, untuk IEU-CEPA dengan Uni Eropa, atau untuk negosiasi tarif dengan Amerika. Sebenarnya permintaannya sama aja: tarif dan non-tariff barrier. Jadi kita lihat mana yang bisa kita priori­taskan dulu. Karena permintaan mereka itu common, bukan spe­sifik satu-satu.

Pada 27 Juni lalu Presiden Prabowo menggelar ratas di Istana. Apa saja yang dibahas Pak Menko Perekonomian bersama Presiden dalam perte­muan terbaru?

Yang dibahas dengan Bapak Presiden antara lain soal tarif dan deregulasi, serta arah ke­bijakan regional ke depan. Ter­masuk juga program-program unggulan Presiden. Salah satunya percepatan impor bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Target MBG besar. Targetnya sampai akhir tahun ini mencapai 80 juta penerima manfaat. Jadi, dibutuhkan bahan dalam jumlah besar. Kasarnya, ya, sekitar 80 juta paket.

Baca juga : Mansur: Kami Harap Tidak Ada Penyalahgunaan Kuota

Apa pesan khusus Presiden dalam pertemuan itu?

Pesan beliau adalah untuk terus menjalankan program-program unggulan. Selain MBG, Presiden juga menekankan pentingnya melanjutkan hilirisasi, termasuk proyek-proyek yang baru saja groundbreaking serta investasi yang sedang berjalan.

Apakah penyederhanaan perizinan kembali ditekankan?

Ya, itu penting. Karena kita bersaing secara global, dan kita bukan satu-satunya negara (yang memudahkan perizinan) di dunia ini. Saat ini pasar sedang menyusut akibat berbagai konflik. Ini yang disebut shrinking market. Perdagangan global menurun, dan Amerika membuat blok sendiri. Sehingga pasar terbuka makin terbatas.

Baca juga : Sepekan Di Pevek, Suhu Dingin Dan Tak Ada Malam

Apa langkah Indonesia untuk menghadapi tantangan global itu?

Presiden mengapresiasi bahwa kita sudah berproses masuk ke OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), juga keter­libatan di CPTPP (Comprehen­sive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership). Kita juga tengah memfinalisasi perjanjian dagang dengan Uni Eropa melalui perundingan EU-CEPA (European Union–Comprehensive Economic Part­nership Agreement). Semua itu akan membuka pasar baru bagi Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense