RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Indonesia menyetop penerbangan dan pembatasan impor makanan-minuman dari China membuat negari tirai bambu itu ngambek. China protes. Negeri pimpinan Xi Jinping ini meminta Indonesia tak berlebihan menyikapi wabah virus corona.
Protes itu dilayangkan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, dalam konferensi pers di Kedubes China, Jakarta, kemarin. Xiao menakut-nakuti, pembatasan penerbangan, turis, dan perdagangan akan merugikan ekonomi Indonesia.
“Tiongkok sudah 7 atau 8 tahun berturut-turut menjadi mitra perdagangan terbesar di indonesia,” ujar Xiao.
Dia merinci, setiap tahun, ada lebih dari 2 juta turis dari China yang datang ke indonesia. China juga mengklaim sebagai salah satu sumber investasi terbesar indonesia.
Menurutnya, langkah-langkah yang diambil indonesia dapat menimbulkan dampak negatif. langkah Indonesia akan merugikan hubungan perdagangan dan akan memberikan dampak negatif terhadap hubungan serta kerja sama kedua negara. “Ini menimbulkan akibat yang kedua belah pihak tak inginkan,” tuturnya.
Soal pembatasan impor makanan dan minuman, Xiao menegaskan, belum ada bukti virus corona ditularkan dari situ. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diklaimnya juga telah menyatakan tidak setuju dan bahkan keberatan atas tindakan pembatasan perjalanan dan perdagangan terhadap China.
Kebanyakan negara, klaim Xiao lagi, sudah mengikuti saran WHO. Atas hal itu, dia meminta Indonesia ikut. In donesia diharapkan memandang wabah dan tindakan penanggulangan, serta pencegahan yang diambil China secara objektif, rasional, dan ilmiah.
Baca juga : Ingin Tarif Penyeberangan Naik, Gapasdap Ngancam Mau Setop Operasi
“Mengambil tindakan-tindakan rasional, bukan berlebihan. Supaya menghindari gangguan dalam hubungan serta kerja sama kedua negara,” tandasnya.
Namun, Indonesia tak takut dengan gertakan itu. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, Indonesia hanya mengikuti protokol internasional. “Sudah dilaporkan oleh Menteri Kesehatan dan kita ikuti Global Health Protocol. Kita basisnya itu,” ujar Airlangga, usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas), di Istana Bogor, kemarin.
Dia menyatakan, Indonesia akan tetap melakukan penghentian sementara penerbangan dari dan ke China. “Kebijakan per Rabu, penerbangan Indonesia-China sementara dihentikan,” tegasnya.
Indonesia juga akan tetap melarang warga negara China atau turis mana pun yang datang dari negeri tirai bambu itu, masuk ke Indonesia.
Airlangga mengatakan, pengawasan terhadap turis dari China akan dilakukan tiap dua minggu sekali. Soal perdagangan, Airlangga mengatakan, pemerintah resmi melarang impor hewan hidup dari China. Karena penyebaran virus corona melalui hewan hidup. “Kalau ada yang sekarang dikirim ke Indonesia akan kami kembalikan,” tegas Airlangga.
Namun, Airlangga mengatakan pemerintah tak akan menghentikan impor makanan, minuman, dan barang-barang lainnya dari China. “Karena barang tak terkait dengan penularan maka perdagangan akan terus berlanjut dan itu termasuk hortikultura seperti bawang putih dan buah-buahan,” ungkap dia.
Airlangga tak menampik, penyebaran virus corona ini juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Pemerintah akan terus menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi perekonomian nasional.
Baca juga : Ini Daftar Barang Yang Tak Boleh Diimpor Dari China
“Kami akan monitor karena di China akan terus dimonitor sampai tengah Februari, karena efek outbreak sampai tengah Februari dan efek dari mereka punya karantina akan dievaluasi sampai akhir Februari. Pemerintah akan ambil langkah sama,” tandasnya.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga menegaskan, penghentikan sementara penerbangan dari dan ke China sudah bulat. Penghentian itu bukan cuma dilakukan Indonesia. Banyak negara juga melakukan.
“Kan yang kita lakukan ini sama yang diberlakukan oleh negaranegara lain. Kita sebetulnya sangat hatihati untuk melakukan itu,” tuturnya.
Pemerintah mengambil langkah proteksi atas produk pangan dari China terkait penyebaran virus corona. Meski begitu, ada beberapa produk pangan yang masih diperbolehkan.
Dalam Ratas, Presiden Jokowi justru meminta para menterinya jeli melihat peluang ekonomi dan pariwisata di tengah penyebaran virus corona di China.
Menurut Jokowi, dengan ada nya wabah itu, kecenderungan negara yang biasa mengekspor atau mengimpor produknya dari dan ke China akan mengalihkan ke negara lain. Nah, Indonesia memiliki peluang untuk merebut peluang pasar di sektor tersebut.
Jokowi menyebut, China memang merupakan tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar 16,6 persen dari total ekspor Indonesia. Tapi, sekaligus juga negara asal impor terbesar In donesia.
Baca juga : Menpora Apresiasi Perkembangan Pesat Esports di Tanah Air
“Karena itu, betul-betul harus diantisipasi dampak dari virus corona dan perlambatan ekonomi di RRT terhadap produk ekspor kita. Saya kira ada peluang untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara lain yang sebelumnya banyak mengimpor produk yang sama dari RRT,” tutur Jokowi.
Ia mengatakan, peluang yang sama juga dimiliki Indonesia di sektor pariwisata. Ada banyak wisatawan yang membatalkan perjalanannya ke China dengan menyebarnya virus corona. Ia meminta Menteri Pariwisata melihat dengan cermat peluang tersebut dan merealisasikannya menjadi keuntungan.
“Dalam jangka pendek juga saya minta dimanfaatkan peluang untuk menyasar ceruk pasar wisman yang sedang cari alternatif untuk destinasi wisata karena batal berkunjung ke RRT,” imbau Presiden.
Jokowi juga meminta agar langkah-langkah kontingensi di sektor pariwisata disiapkan. Terutama, untuk Bali dan Sulawesi Utara, dua daerah yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan dari RRT. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.