BREAKING NEWS
 

Resmi Dibentuk

Airlangga-Zulhas Pimpin Percepatan Program Pemerintah

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 16 September 2025 08:15 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkeu Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto membentuk Tim Percepatan Program Pemerintah. Tim ini dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Airlangga dan Zulhas tidak kerja sendiri. Mereka akan dibantu oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy sebagai wakil tim.

“Tim ini juga beranggotakan seluruh menteri yang terkait dengan program,” ujar Airlangga usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Senin (15/9/2025).

Di tempat yang sama, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Tim Percepatan Program Pemerintah akan bertugas mengawasi seluruh program utama Pemerintah, termasuk menampung aduan dari pelaku bisnis yang masih mengalami kendala dalam menjalankan usaha.

Setelah menerima laporan, tim akan membahasnya dalam sidang dengan tenggat waktu seminggu sekali. “Ke depan, programnya seharusnya tidak macet lagi. Jika ada yang macet, kita akan percepat supaya berjalan dengan baik,” janji Purbaya.

Baca juga : Fokus Selamatkan 7 Penambang, Freeport Sementara Berhenti Produksi

Menurutnya, mekanisme kerja tim ini mirip dengan Kelompok Kerja IV (Pokja IV) Satuan Tugas Percepatan Investasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Tujuannya, untuk menghilangkan hambatan signifikan di sektor swasta.

“Sehingga mesin pertumbuhan swasta juga bisa tumbuh seiring dengan mesin pertumbuhan pemerintah,” tegasnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini, berharap tim dapat memastikan realisasi anggaran program prioritas Presiden Prabowo berjalan lebih optimal. Tim ini, akan fokus pada penyerapan anggaran dan efektivitas pembangunan.

Adsense

“Jadi, yang selama ini macet akan kita lancarkan, dana yang menganggur akan kita optimalkan untuk pembangunan sesuai petunjuk Pak Menko,” lanjut Purbaya.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai pembentukan Tim Percepatan Program Pembangunan sebagai langkah positif. Lemahnya koordinasi antar kementerian dan masalah teknis di lapangan, seperti pengadaan dan perizinan lahan, menjadi kendala pencapaian program Pemerintah. Ditambah lagi, penyerapan belanja negara kerap terkendala oleh birokrasi.

Baca juga : Tebar 17 Paket Stimulus, Pemerintah Genjot Pertumbuhan Ekonomi

“Kehadiran tim khusus ini diharapkan bisa mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi ego sektoral,” harap Yusuf saat dihubungi Rakyat Merdeka, Senin (15/9/2025).

Menurut dia, percepatan belanja Pemerintah akan meningkatkan multiplier effect, menggerakkan sektor riil lebih cepat, dan menciptakan lapangan kerja baru. Eksekusi program yang cepat dan terarah juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap kapasitas Pemerintah.

“Ini akan mendorong masuknya investasi swasta,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan peran tim, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, fokus pada bottleneck utama, seperti lambatnya proses pengadaan dan penyerapan di daerah, serta memiliki mekanisme pemecahan cepat, bukan sekadar monitoring.

Kedua, gunakan pendekatan berbasis data dengan dashboard real-time agar persoalan dapat diidentifikasi sejak dini. Ketiga, terapkan sistem insentif dan sanksi.

Baca juga : Diantar Seskab Teddy, Prabowo Kirim Surat Ke Menteri Yang Direshuffle

Keempat, tingkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah karena percepatan tidak boleh hanya terpusat di level nasional. Kelima, tim perlu diberi mandat untuk mengevaluasi program baru pemerintah.

Yusuf menambahkan, jika ada program yang belum siap atau kurang mendesak, bisa ditunda atau disesuaikan. Kemudian dananya dialokasikan ke belanja yang lebih produktif.

“Dengan begitu, APBN menjadi lebih fleksibel, adaptif, dan benar-benar fokus pada program dengan dampak ekonomi paling besar,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense