BREAKING NEWS
 

Arah Baru Digital Indonesia: Internet Murah Hingga Desa, Ekonomi Tumbuh, Ruang Siber Terjaga

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 24 Desember 2025 07:20 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafi d saat memimpin Deklarasi Arah Indonesia Digital di Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto: Dok. Kemkomdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan arah pembangunan digital nasional lima tahun ke depan. Melalui Deklarasi Arah Indonesia Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan internet murah hingga pelosok desa, pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, serta ruang siber yang aman bagi masyarakat, terutama anak-anak. 

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memimpin langsung Deklarasi Arah Indonesia Digital di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Acara dihadiri jajaran kementerian dan para pemangku kepentingan ekosistem digital. 

Dalam sambutannya, Meutya menyam paikan Arah Indonesia Digital disusun mengikuti Visi Indonesia Emas 2045 dan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Arah tersebut dirangkum dalam tiga pilar: Terhubung, Tumbuh dan Terjaga (T3). 

Internet Murah Sampai Desa 

Baca juga : Ajak Parpol Koalisi Sinergi, AHY: Presiden Prabowo Sudah Benar Urus Bencana

Pilar pertama adalah Terhubung. Pemerintah menargetkan akses internet murah yang merata hingga tingkat desa. Implementasi jangka pendeknya dilakukan lewat lelang frekuensi 1,4 GHz yang sudah dimulai tahun ini. Komdigi juga menggandeng operator selular dan meneken nota kesepahaman dengan Ke mendes PDT untuk mempercepat pembangunan jaringan. 

Targetnya, seluruh desa terhubung pada 2026. Saat ini masih ada sekitar 2.500 desa belum terlayani memadai, terutama wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). 

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan siap mendukung. Tingkat penetrasi internet nasional sudah 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta jiwa. Artinya masih ada 60 juta warga belum terhubung, mayoritas di kawasan timur. 

Baca juga : Gerindra Jabar Larang Kadernya Berhura-hura

Ketua Bidang Sistem Informasi Pelatihan dan Pengembangan SDM APJII Danang Wijayanto mengatakan, kesenjangan tarif masih terasa antara Jawa dan luar Jawa. Di perkotaan Jawa, tarif internet rumah di kisaran Rp 200–300 ribu per bulan. Sebaliknya, warga timur harus merogoh kocek lebih dalam untuk kualitas yang belum tentu sepadan. “Ini yang ingin kami benahi agar akses digital tidak hanya murah di Jawa,” kata Danang di Jakarta, Selasa (16/12/2025). 

Danang menilai, mahalnya internet di wilayah timur disebabkan jarak dari backbone nasional serta biaya pembangunan infrastruktur di pulau-pulau terpencil. Akibatnya, akses digital, pendidikan daring, hingga peluang ekonomi warga di luar Jawa ikut terhambat. Karena itu, APJII berharap kolaborasi pemerintah pusat–daerah, industri, dan komunitas digital dapat mempercepat perluasan jaringan. 

“Kami akan memperkuat kerja sama antar pelaku ekosistem internet seperti komunitas hingga pelaku industri agar pembangunan tidak berjalan tumpang tindih sehingga layanan internet menjadi makin stabil,” paparnya. 

Cetak Talenta Teknologi 

Baca juga : Pasca Ade Kuswara Ditangkap, KPK Menduga Ada Perintah Penghapusan Pesan Singkat

Pilar kedua adalah Tumbuh. Pemerintah ingin infrastruktur digital yang sudah dibangun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemkomdigi menilai, jaringan yang tersedia memiliki potensi ekonomi besar bagi sektor formal maupun informal. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal. Dalam pilar ini, Kemkomdigi mendorong perluasan perdagangan digital, memperbanyak talenta, dan membangun kolaborasi. 

Ekosistem ekonomi digital Indonesia saat ini bernilai lebih dari 90 miliar dolar AS setara sekitar Rp 1.440 triliun. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga 400 miliar dolar AS atau sekitar Rp 6.400 triliun pada 2030. Potensi ekonomi digital Indonesia disebut tertinggi di ASEAN. 

Adsense

Karena itu, Kemkomdigi melakukan berbagai upaya agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas, dan mencetak talenta digital lewat Innovation Hub seperti Garuda Spark. Garuda Spark adalah program inkubasi dan kolaborasi digital yang dikembangkan untuk mempercepat lahirnya talenta teknologi. Program ini antar lain mendorong UMKM naik kelas, dan memperkuat ekosistem startup di berbagai daerah. Garuda Spark menyediakan pelatihan, pendampingan, akses investor, serta ruang eksperimen teknologi agar transformasi digital berjalan lebih merata dan produktif. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense