RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara jadi buah bibir warga dunia maya.
Nahrawi di-bully gara-gara imbauannya menyanyikan lagu "Indonesia Raya" sebelum menonton film di bioskop. Rudiantara dikritik karena omongan "yang gaji kamu siapa?".
Kegaduhan pertama berawal ketika Nahrawi menerbitkan surat imbauan, Rabu (30/1). Foto surat itu mulai beredar di jagat maya, Kamis (31/1). Dalam surat itu, Nahrawi mengimbau kepada para pengelola bioskop di seluruh Tanah Air, untuk memutar sekaligus menyanyikan lagu "Indonesia Raya" setiap pemutaran film. Tujuannya, meningkatkan rasa nasionalisme, serta mewujudkan generasi yang bangga dan cinta Tanah Air.
Nahrawi sudah menjalankan imbauan tersebut. Menteri asal PKB ini memberi contoh saat menonton film "Keluarga Cemara"di Djakarta Theater, Kamis (31/1) malam. Sebelum film diputar, Nahrawi bersama artis dan penonton yang hadir, terlebih dahulu menyanyikan lagu "Indonesia Raya".
Selesai acara, Nahrawi mengaku terharu, melihat penonton yang begitu khidmat dan kompak saat bernyanyi. Dia pun yakin, kebijakannya itu akan membuat masyarakat semakin cinta Tanah Air. Nahrawi juga optimis, kebijakannya akan disambut luas. Apalagi, kegiatan itu tak menyita banyak waktu. Paling hanya 2,5 menit. "Semoga rasa cinta kita terhadap negara semakin kuat," kata Nahrawi, Kamis (31/1) malam.
Baca juga : Masih Ada Pengunjung Mau Daftar Layanan Bolt!
Namun, tak sampai sehari, kebijakan Nahrawi menuai protes netizen. Foto surat itu pun viral di linimasa, disertai kritikan dan sindiran. Nahrawi yang jadi sasarannya. Sebagian kritikan bernada tajam. "Menteri gak ada kerjaan," cuit @goldenarmensyah.
Tentu saja tak semuanya kontra. Ada juga yang mendukung. Seperti akun @sermalaya yang menceritakan kebijakan di India. Kata dia, sebelum film di putar, penonton di India berdiri menyanyikan lagu kebangsaan. "Kalau gak mau berdiri bakalan ditegur sama petugas bioskopnya," cuitnya.
Diserang terus-terusan, Nahrawi jiper juga. Jumat (1/2) siang, dia mencabut surat tersebut. Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto mengatakan, surat tersebut dicabut atas berbagai pertimbangan. "Karena resistensi kegaduhannya sangat tinggi," kata Gatot, lewat keterangan resminya, Jumat (1/2).
Gatot meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi. Hanya saja, pencabutan surat tersebut tak serta merta menghentikan kritik. Sampai tadi malam, kritikan masih meluber sampai ke dunia nyata.
Waketum Gerindra Fadli Zon menilai Nahrawi, sangat amatiran mengelola pemerintahan. Semuanya dilempar, kemudian dikoreksi. "Indonesia tak bisa dipimpin secara amatiran seperti ini," kata Fadli, Jumat (1/2). "Grasa-grusu lagi," timpal @Maspiyu.
Baca juga : Jokowi Ingatkan Berikan Merek Produk
Kegaduhan yang dibikin Menkominfo Rudiantara lain lagi ceritanya. Kejadian bermula saat Kemenkominfo menggelar acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). Acara ini dihadiri ratusan PNS di Kemenkominfo.
Dalam salah satu sesi, Rudiantara meminta hadirin memilih stiker sosialisasi pemilu yang akan ditempel di Gedung Kemenkominfo. Ada dua desain yang ditawarkan. Gambar desain itu tercetak dalam sebuah spanduk. Spanduk itu diberi nomor 1 dan 2. Lantaran menggunakan nomor 1 dan 2, pegawai langsung riuh. Namun Rudiantara buru-buru menegaskan kalau voting tersebut tidak terkait Pilpres 2019.
Rupanya banyak pegawai yang memilih desain nomor 2. Ingin mengetahui alasannya, Rudiantara memanggil perwakilan nomor 1 dan 2 ke atas panggung untuk menanyakan alasannya. Saat ditanya ke PNS yang memilih nomor 2, dengan lugu sang PNS menjawab dalam konteks pilpres. "Mungkin terkait keyakinan saja, Pak. Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan oleh nomor dua," kata dia.
Mendengar jawaban itu, Rudiantara meminta PNS tersebut kembali duduk. Tapi sebelum sampai ke tempat duduknya, Rudiantara kembali memanggil dan berkata dengan nada meninggi "Bu! Ibu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah!?".
Mendapat jawaban dari si PNS, Rudiantara langsung menyahut. "Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah makasih," kata Rudiantara. Ujung-ujungnya Rudiantara memutuskan memilih nomor 1.
Baca juga : Jokowi Kunjungi Benteng Van de Bosch
Video adegan itu dengan cepat menyebar di Twitter. Sontak saja menuai respons negatif dari netizen. Dari situ kemudian muncul tagar #YangGajiKamuSiapa dan dengan cepat menjadi trending topic di Tanah Air. Bahkan di dunia.
Menurut Spredfast, tagar tersebut sudah dicuitkan oleh 50.000 pengguna. Tentu saja, omongan Rudiantara juga dijadikan peluru untuk mengkritik pemerintah.
Dikritik habis-habisan, Plt Kepala Biro Humas Komenkominfo Ferdinandus Setu memberikan klarifikasi. Dia bilang, pernyataan Rudiantara bukan dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut. "Melainkan, merujuk kepada sikap tidak netral yang disampaikan kepada publik, yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN," kata Ferdinandus, Jumat (1/2).
Dia juga menyesalkan beredarnya potongan video, yang sengaja dilakukan untuk memutus konteks masalah, dan tidak menggambarkan peristiwa secara utuh. Sampai Jumat (1/2) malam, kritikan terus mengalir. Pengamat Politik Prijanto Rabbani mengatakan, semestinya para pejabat sadar bahwa mereka digaji oleh negara, oleh rakyat. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.