RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berlangsung tanpa kecelakaan (zero accident) dan tanpa korban jiwa (zero fatality).
Eks Komisaris PLN ini menegaskan, untuk mencapai target tersebut terdapat empat faktor utama yang harus diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan.
Keempat faktor itu, meliputi aspek keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap hal-hal detail, sinergi dan kolaborasi antarlembaga, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan.
Baca juga : Kasus Impor Barang, KPK Tetapkan TSK Baru
"Harapan kita bersama, jika empat faktor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukan tidak mungkin tujuan zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan," kata Dudy dalam Rakor Persiapan Angkutan Lebaran yang dikutip Kamis (26/2/2026).
Dia menekankan, aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui langkah-langkah antisipatif dan mitigatif. Itu dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan selama masa angkutan Lebaran.
Menurutnya, meski penyelenggaraan angkutan Lebaran merupakan agenda tahunan, seluruh pihak tidak boleh lengah terhadap hal-hal kecil dalam setiap tahapan persiapan.
Baca juga : Seleksi Calon Ketua DPC, PKB Sumut Buka Ruang Bagi Calon Eksternal
"Walaupun ini tradisi tahunan dan mungkin sudah bertahun-tahun kita menyelenggarakan angkutan Lebaran, saya berharap hal-hal yang kecil juga harus menjadi perhatian dan kita tidak remeh terhadap hal-hal yang kecil," tegasnya.
Dudy juga menyoroti pentingnya sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan. Dia menilai, koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran. Dengan koordinasi yang solid dan sinergi yang kuat, dia optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil survei nasional Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, perkiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Baca juga : Hilirisasi Bawang Merah Moncer, Titiek Soeharto Kasih Jempol Ke Pemerintah
Pergerakan terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta 19,93 juta orang dan Jawa Timur 17,12 juta orang.
Sementara, dari sisi tujuan, arus terbesar diprediksi menuju Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, diikuti Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.