Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hilirisasi Bawang Merah Moncer, Titiek Soeharto Kasih Jempol Ke Pemerintah
Jumat, 27 Februari 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keberhasilan Pemerintah dalam hilirisasi bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah diapresiasi kader Partai Gerindra, Siti Hediati Hariyadi. Keberhasilan ini dinilai tidak saja memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga mendongkrak nilai tambah di tingkat usaha tani.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengapresiasi keberhasilan Pemerintah dalam hilirisasi bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Menurut Titiek, keberhasilan ini tak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga mendongkrak nilai tambah di tingkat usaha tani.
“Ternyata bawang merah kita sudah melimpah, sudah bisa ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura,” ujar Titiek di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Titiek membeberkan, selaku Ketua Komisi IV DPR telah melakukan kunjungan kerja dengan meninjau pabrik pengolahan bawang merah milik PT Sinergi Brebes Inovatif (Kelompok Tani Sidomakmur) pada Selasa (24/2/2026). Kata dia, produksi bawang merah sudah berhasil menopang ketahanan pangan nasional.
"Kami bangga melihat produksi bawang merah nasional sudah melampaui kebutuhan dalam negeri, bahkan menembus pasar ekspor.
Baca juga : Nasabah Diimbau Waspada, Penipu Siber Gencar Cari Mangsa Selama Ramadan
Menurut Titiek, hilirisasi menjadi langkah strategis karena berdampak nyata pada peningkatan pendapatan petani. Bahkan, kata dia, margin keuntungan budidaya bawang merah di Brebes tergolong fantastis.
“Petaninya bilang, modal Rp 140 juta, hasilnya Rp 350 juta per hektare. Untungnya besar sekali,” kata Titiek.
Titiek menilai, dengan biaya produksi sekitar Rp 140 juta per hektare dan pendapatan hingga Rp 350 juta, potensi keuntungan bersih mencapai sekitar Rp 210 juta per hektare. Angka tersebut, kata dia, menegaskan hilirisasi bukan sekadar instrumen stabilisasi harga, tetapi juga strategi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Ini juga berarti produksi bawang merah sudah berhasil menopang ketahanan pangan nasional," kata mantan politikus Partai Golkar ini.
Apresiasi serupa disampaikan Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari. Dia mengaku bangga dengan capaian produksi pabrik pengolahan bawang merah Kelompok Tani Sidomakmur di Desa Sidamulya, Brebes.
Baca juga : Yuk, Jaga Dan Rawat Maroedja Sport Park
Menurut Endang, keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan dan pemetaan agroecological zone atau pembagian wilayah secara iklim yang dilakukan secara tepat dan terencana. Sehingga, kata dia, potensi pertanian dapat dioptimalkan dan bahkan Indonesia tidak perlu lagi impor bawang merah.
“Saya sangat bangga dan kagum dengan hasil produksi bawang Brebes ini,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPR ini mengingatkan, sekitar 15 tahun lalu, saat panen raya, justru terjadi impor bawang yang merugikan petani. Bahkan, kata dia, sempat terjadi kelebihan pasokan hingga bawang dibagikan gratis kepada pengguna jalan.
"Sekarang mulai berubah. Hilirisasi dan penguatan koperasi desa mampu menahan pelarian modal dari desa ke kota. Kalau lewat bank banyak ketentuan. Sementara koperasi, hasil usahanya kembali untuk kesejahteraan anggota,” katanya.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy menegaskan, hilirisasi menjadi bagian penting dalam kebijakan penguatan cadangan dan stabilitas pangan nasional. Bahkan, kata dia, Indonesia sekarang sudah mampu ekspor bawang merah ke negara-negara tetangga.
Baca juga : Tarian Vinicius Akhiri Benfica
“Komoditas bawang merah kita sudah swasembada. Arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman bahwa komoditas yang telah swasembada harus diperkuat melalui hilirisasi dan perluasan pasar ekspor agar memberi nilai tambah maksimal bagi petani," katanya.
Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional per Februari 2026, produksi bawang merah nasional pada 2025 mencapai 1,43 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi dalam negeri sebesar 1,23 juta ton. Surplus tersebut memungkinkan Indonesia mengekspor 1.560 ton bawang merah.
Di Brebes, inovasi tidak lagi berhenti pada penjualan bawang segar. Produk turunan seperti bawang goreng dan pasta bawang merah kini diproduksi secara modern. Bahkan, pasta bawang merah telah diekspor ke Arab Saudi sebagai bahan baku bumbu masakan bagi jemaah Indonesia. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya