RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, alas kaki, serta subsektor terkait dalam kondisi siap memenuhi lonjakan permintaan masyarakat selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan momentum musiman tersebut secara konsisten mendorong peningkatan kebutuhan berbagai produk fesyen, seperti busana muslim, sarung, mukena, perlengkapan ibadah, hingga alas kaki yang diproduksi oleh industri dalam negeri.
“Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat bagi industri nasional dalam menjaga ketersediaan pasokan, kualitas produk, serta keterjangkauan harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, bulan Ramadan dan Idul Fitri merupakan periode penting bagi industri TPT karena permintaan domestik biasanya meningkat signifikan setiap tahun. Oleh sebab itu, pelaku industri telah melakukan persiapan sejak awal tahun untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Baca juga : PJT II Pastikan Pasokan Air Tetap Aman Selama Libur Lebaran
Sepanjang 2025, sektor IKFT mencatat pertumbuhan sekitar 5,11 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 3,87 persen. Nilai ekspor sektor ini mencapai sekitar 47,95 miliar dolar AS dan menyerap tenaga kerja hingga 6,71 juta orang.
Sementara itu, subsektor tekstil dan pakaian jadi tumbuh sekitar 5,39 persen dan menyerap lebih dari 3,7 juta tenaga kerja.
“Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT sebagai industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus.
Industri tekstil dan produk tekstil secara khusus juga menunjukkan kinerja stabil dengan pertumbuhan sekitar 4,64 persen. Kinerja ekspor sektor tersebut terus meningkat di tengah dinamika perdagangan global, yang menunjukkan daya saing industri nasional masih terjaga.
Baca juga : Teknologi Pemantauan Real Time Bantu Kelola Arus Mudik Lebaran
Agus menambahkan industri TPT, alas kaki, serta kosmetik merupakan sektor padat karya yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian karena melibatkan rantai pasok panjang, mulai dari bahan baku, produksi, distribusi, hingga perdagangan ritel.
Selain produk sandang, peningkatan konsumsi juga terjadi pada produk penunjang penampilan, termasuk kosmetik dan perawatan diri. Hingga akhir 2024, industri kosmetik mencatat pertumbuhan sekitar 4,3 persen dengan nilai ekspor mencapai 382,4 juta dolar AS.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan membeli produk dalam negeri guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan industri serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja,” katanya.
Baca juga : PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Pembangkit Aman Jelang Lebaran
Pemerintah, lanjut dia, terus mendorong peningkatan daya saing industri melalui kebijakan substitusi impor, fasilitasi investasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengembangan industri berbasis inovasi dan sertifikasi, termasuk sertifikasi halal.
Menurut Agus, meningkatnya aktivitas produksi menjelang Lebaran juga memberikan dampak positif terhadap pendapatan tenaga kerja di sektor industri padat karya karena naiknya permintaan mendorong peningkatan kapasitas produksi.
“Kondisi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya beli masyarakat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia optimistis industri TPT, alas kaki, dan subsektor terkait akan terus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama pada momentum Ramadan dan Idul Fitri yang selalu mendorong konsumsi domestik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.