BREAKING NEWS
 

Ke Masjid Saat Jumatan Diliburkan

Khutbah Cuma 10 Menit Barisan Dikasih Jarak

Reporter : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 21 Maret 2020 08:55 WIB
Kondisi jumatan di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. (Foto: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mencegah penularan virus corona, kemarin sebagian besar masjid di Jakarta libur menggelar salat Jumat, kemarin. Tapi, masih ada juga yang menyelenggarakannya. Bedanya khutbah dipercepat, barisan jamaah diberikan jarak, sampai harus bawa sajadah sendiri karena karpet masjid digulung.  

Salah satu masjid yang tidak menyelenggarakan salat Jumat adalah Masjid Istiqlal. Salat Jumat, diganti salat zuhur berjamaah. Jamaah tak terlalu ramai. Hanya setengah dibanding salat Jumat biasanya. 

Prosedur masuk ke Istiqlal cukup ketat. Petugas bermasker dan bersarung tangan memeriksa suhu pengunjung dengan tembakan temperatur. Jika suhu tubuh normal, satu petugas lainnya menyemprotkan tangan pengunjung dengan hand sanitizer. Barulah setelah itu jamaah boleh berwudhu dan masuk ruang salat yang tak digelar karpetnya. 

Saat salat, jarak antar jamaah juga jadi lebar. "Tolong safnya jangan terlalu rapat, batasin kira-kira 1 marmer," imbau imam salat zuhur bernama Husni Ismail saat hendak memulai salat. Satu marmer sendiri berukuran sekitar 30 cm. Sementara di barisan belakang, jarak antar jamaah malah lebih jauh. 

Baca juga : Risma Mulai Berani Nyerang Anies Nih?

Di rakaat terakhir usai rukuk, dibacakan doa Qunut Nazilah. Itu adalah doa untuk menangkal turunnya musibah atau malapetaka. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) memang mengimbau umat muslim untuk sering-sering membacanya. Usai salat, jamaah diimbau langsung membubarkan diri. 

Di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), Menteng, salat Jumat juga ditiadakan. Tiga titik pintu masuk masjid dipasangi spanduk berwarna hijau-kuning berisi pengumuman peniadaan salat Jumat itu. Bunyinya, "Pengumuman, Masjid Agung Sunda Kelapa Tidak Menyelenggarakan Salat Jumat (20 & 27 Maret 2020)". Tiap pintu masuk yang tertutup dijaga masing-masing dua orang. Ada beberapa jamaah yang tak tahu, kadung datang ke masjid itu. Mereka pun mencari masjid lain.

Sekretaris Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, Ismed Hasan Putro mengatakan, pengelola menuruti instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan demi pencegahan virus corona. "Kami harus taat dengan aturan itu," ujar Ismed. Tetapi, untuk salat lima waktu, MASK tetap buka. Masjid Cut Meutia yang berada tak terlalu jauh dari MASK, juga meniadakan salat Jumat. 

Adsense

Ibadah Salat Jumat di Masjid Baiturrahim, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, juga ditiadakan. Sebagai penggantinya, semua pejabat dan pegawai yang bertugas bekerja di kantor, diharapkan dapat melaksanakan salat Zuhur di ruangan masing-masing. 

Baca juga : Emirsyah Satar Juga Didakwa Mencuci Uang Hasil Korupsi

Masjid di Mabes Polri juga sama. Malah, tak cuma salat Jumat yang ditiadakan, tapi juga salat lima waktu secara berjamaah. Hal ini juga diberlakukan di masjid-masjid di lingkungan Polda-Polda hingga Polres-Polres. "Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran pandemik corona," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono, kemarin.

Berbeda, Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, tetap melangsungkan salat Jumat. Jamaahnya cukup ramai. Masih mengular sampai teras. "Karena kantor-kantor sekitar masjidnya ditutup sementara untuk kegiatan salat Jumatnya, jadi sebagian besar pada Jumatan di sini," ujar salah satu jamaah bernama Andrea Pratama. 

Tapi ada yang berbeda. Ada prosedur yang harus dilalui sebelum jamaah memasuki ruang salat. Jamaah yang masuk melalui dua pintu masjid yang dibuka, mengantre untuk disemprot hand sanitizer oleh seorang petugas yang berjaga di tiap pintunya. Selain itu, tak ada prosedur lain. Tak ada pengukuran suhu tubuh. 

Di dalam ruang salat, karpet tetap digelar. Tetapi rata-rata jamaah tampak membawa sajadah sendiri. Tak diterapkan juga sosial distance alias jarak. Para jamaah tetap salat di dalam susunan saf seperti biasa. Yang tak biasa, khutbah Jumat dipersingkat. Tak sampai 10 menit. Dalam salat Jumat, juga dibaca doa Qunut Nazilah.

Baca juga : Menteri Siti Terima Utusan Khusus Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia

Di Tangerang Selatan, salat Jumat masih digelar di sejumlah masjid. Seperti di Masjid Fathullah, UIN Syarief Hidayatullah, Ciputat. Tapi salat Jumat kali ini khutbahnya dipercepat. Pukul 12.18, iqomat berkumandang. Sekitar pukul 12.25, salat kelar, jamaah bubar. Yang hadir, tak seperti Jumat sebelumnya yang biasanya membludak hingga ke halaman. Jumat kali ini, cuma separuh masjid. Saf jamaah seperti biasa, jaraknya masih rapat.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengatakan tak masalah dengan masjid yang tetap menyelenggarakan sholat Jumat. Ketua DMI DKI Jakarta, Makmun Al Ayubi mengatakan, penggantian salat Jumat di masjid dengan melaksanakan salat zuhur di rumah bersifat anjuran atau imbauan. Tidak ada sanksi bila tidak melaksanakannya.

"Seruan tidak ada sanksi, menjadi catatan saja buat kita. Karena memang seruan Pak Gubernur itu tidak main-main, menunjukkan Jakarta memang sudah keadaan darurat," ujar Makmun, kemarin.  [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense