BREAKING NEWS
 

Stok Pupuk & Pangan Aman

RI Kebal Krisis, Tapi Tetap Waspada

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 17 Mei 2026 07:50 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau gudang sewa Perum Bulog di kawasan Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah konflik global, ketahanan pangan Indonesia patut diacungi jempol. Saat banyak negara terancam krisis pangan hingga gagal panen, pasokan beras dan pupuk dalam negeri justru surplus. Pemerintah pun optimistis Indonesia kebal terhadap krisis, meski tetap waspada.

“Di saat terjadi guncangan pangan maupun sarana produksi dunia, Indonesia alhamdulillah stabil," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026). 

Amran mengungkapkan, Indonesia mencatat tonggak baru dalam transformasi industri pupuk nasional. Di tengah memanasnya geopolitik global dan ancaman gangguan pasokan pangan dunia, Indonesia justru mampu mengekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai hingga Rp 7 triliun.

“Selain itu, Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton. Beberapa negara lain juga berminat, yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh, dan beberapa negara lainnya,” ujarnya. 

Baca juga : Gawat, 200 Ribu Anak Terpapar Judol

Meski permintaan ekspor terus meningkat, Amran memastikan, kebutuhan pupuk petani di dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Menurut dia, ekspor dilakukan karena produksi nasional dalam kondisi surplus sehingga pasokan domestik tetap aman. 

Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi urea yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus mendukung pasar ekspor. Tahun ini, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton. Artinya, masih terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton. 

Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk bagi petani nasional. “Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ujar Amran. 

Amran mengatakan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola pupuk nasional dari hulu hingga hilir. 

Baca juga : China Beli Minyak & 200 Boeing, Trump Klaim Menang Banyak

Menurut Amran, seluruh pembenahan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi impor, sekaligus membangun kemandirian industri pupuk nasional. “Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. 

Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegas Mentan yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

Tak hanya pupuk, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Amran mengungkapkan, stok beras nasional saat ini telah mencapai 5,3 juta ton atau lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya pada 1984 sebesar 2,6 juta ton. 

Kondisi itu membuat pemerintah yakin Indonesia mampu menghadapi ancaman fenomena kekeringan ekstrem El Nino “Godzilla” yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan. 

Baca juga : Kapuskeshaj Minta Lansia Haji Terus Didampingi

Anggota Komisi IV DPR Muhammad Habibur Rochman mengapresiasi, capaian pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut dia, keberhasilan menjaga stok beras nasional tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian (Kementan), Bapanas, Perum Bulog, hingga TNI dan Polri. 

Adsense

“Target swasembada beras yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun ternyata bisa tercapai lebih cepat. Saat ini stok beras nasional mencapai sekitar 5 juta ton dan ini menjadi capaian terbesar dalam sejarah Indonesia,” katanya saat meninjau Gudang Bulog di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense