Sebelumnya
Anggota Fraksi NasDem itu menegaskan, keberhasilan tersebut harus dipertahankan dan diperluas ke sektor pangan lainnya, seperti gula dan kedelai, agar Indonesia semakin mandiri memenuhi kebutuhan pangan nasional.
“Ini menjadi tugas bersama agar ketahanan pangan nasional tetap kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Pengamat pertanian dan pangan Khudori turut mengapresiasi, capaian produksi beras dan pupuk nasional yang berhasil menembus rekor dan pasar internasional. Menurut dia, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa posisi Indonesia kini mulai berubah dari negara importir menjadi eksportir.
“Jika selama ini Indonesia identik sebagai importir beras, kali ini predikat itu dibalik,” tulis Khudori dalam keterangannya yang diterima Rakyat Merdeka, Jumat (15/5/2026).
Baca juga : Gawat, 200 Ribu Anak Terpapar Judol
Ia menilai, capaian tersebut melengkapi sejumlah prestasi sektor pangan nasional dalam dua tahun terakhir, mulai dari stok beras pemerintah yang mencetak rekor tertinggi hingga produksi pupuk urea yang meningkat signifikan.
Khudori mengatakan, ekspor beras menjadi langkah strategis di tengah kondisi surplus produksi nasional. Menurutnya, ketika stok beras maupun pupuk melimpah, ekspor merupakan opsi yang wajar dilakukan agar cadangan tidak menumpuk dan berisiko rusak.
Khudori menilai, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah, terutama Kementan, Bapanas, hingga Perum Bulog sebagai pelaksana ekspor.
Meski demikian, Khudori mengingatkan, agar ekspor beras dan pupuk tetap dilakukan secara terukur dan memperhitungkan daya saing harga di pasar global. Ia menilai, langkah ekspor perlu disiapkan secara matang agar tidak membebani anggaran negara.
Baca juga : China Beli Minyak & 200 Boeing, Trump Klaim Menang Banyak
“Ekspor perlu perencanaan matang dengan tenggat waktu terukur,” tulisnya.
Menurut Khudori, capaian swasembada beras saat ini menunjukkan Indonesia mulai memiliki posisi tawar baru dalam perdagangan pangan dunia. Namun, ia menekankan, penguatan produksi dan efisiensi tetap harus menjadi prioritas agar keberhasilan tersebut dapat berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengatakan, Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang benar dalam tata kelola menuju bangsa yang mandiri dan berdaulat. Hal itu, menurut dia, ditandai dengan kemampuan ketahanan pangan yang tidak lagi memerlukan impor.
“Kita berada di jalan yang benar. Rakyat kita harus sejahtera. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, swasembada jagung. Banyak sekali hasil yang kita capai. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo saat menyambangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga : Kapuskeshaj Minta Lansia Haji Terus Didampingi
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat Indonesia semakin dihormati dunia. Prabowo menegaskan, pernyataannya bukan hanya sebatas klaim. Sebab, dirinya baru saja bertemu para pemimpin negara-negara ASEAN di Filipina saat KTT ke-48 dan mereka disebut mengakui hal tersebut. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.