BREAKING NEWS
 

BI: Cadangan Devisa Lebih Dari Cukup Untuk Stabilisasi Rupiah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 18 Mei 2026 19:31 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti (kedua kiri), Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali (kiri), Aida S. Budiman (kedua kanan) dan Thomas A.M. Djiwandono (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026). (Foto: Teddy Kroen/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menyatakan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, lindung nilai, maupun forward. Namun demikian, menurut Perry, cadangan devisa masih berada di atas metrik Assessing Reserve Adequacy (ARA) yang ditetapkan Dana Moneter Internasional (IMF).

Adapun menurutnya, saat ini skor metrik ARA Indonesia masih di atas 100, yang merupakan batas bawah aman minimum. "Jadi, kami pastikan cadangan devisa lebih dari cukup. Masih lebih dari cukup, sehingga dosis intervensinya kami naikkan," ujar Perry dalam Rapat Kerja dengan DPR, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca juga : DPR Minta BI Aktif Jaga Stabilitas Rupiah

Ia melanjutkan, intervensi di pasar valuta asing merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Adsense

Selain intervensi pasar, BI juga meningkatkan tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 6,41 persen untuk mendukung arus masuk modal asing (capital inflow).

Menurut Perry, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif, tercermin dari arus masuk modal bersih melalui SRBI yang mencapai 105,16 miliar dolar AS secara tahun kalender hingga 18 Mei 2026.

Baca juga : Menkeu: Rasio Utang RI Masih Aman, Lebih Rendah Dari Malaysia Dan Jepang

"Kenapa kami meningkatkan bunga SRBI? Supaya net inflow masih terjadi. Alhamdulillah itu mencatat inflow, sehingga menambah pasokan valas di dalam negeri," tambahnya.

Selain itu, Perry mengatakan, BI juga telah memperluas transaksi yuan-rupiah di pasar domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

BI, lanjut dia, juga akan menurunkan batas pembelian dolar AS tunai di pasar domestik tanpa underlying dari sebelumnya 50 ribu dolar AS per pelaku per bulan menjadi 25 ribu dolar AS mulai Juni mendatang.

Baca juga : Bos Persib: Lawan Persija Lebih dari Final

"Hal ini kami lakukan supaya yang beli dolar AS adalah yang betul-betul membutuhkan," pungkas Perry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense