BREAKING NEWS
 

Bertemu 400 Petani Aceh

Zulhas Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lancar

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 15 Juni 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis dua ton pupuk non-subsidi kepada perwakilan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (13/6/2026). Foto: Dok. KEMENKO PANGAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar hingga ke Aceh. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Aceh telah mencapai 92.575 ton atau sekitar 32 persen dari total alokasi tahun ini.

Kepastian itu disampaikan Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, saat berdialog dengan 400 petani dalam kegiatan rembuk tani di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia Ninis Kesuma Adriani, Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha Ungu, serta pasangan selebritas Lesti Kejora dan Rizky Billar.

Menurut Zulhas, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Aceh hingga pertengahan Juni 2026 telah mencapai 92.575 ton atau sekitar 32 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 292.890 ton. Dia juga meyakini stok pupuk dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam.

“Pergunakan momentum ini sebaik-baiknya. Sekarang kalau punya lahan, tanam apa saja nanti laku. Tanam singkong, jagung, tebu, padi pasti laku. Pertanian akan sangat menguntungkan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo,” tegas Zulhas dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Pada kesempatan itu, Zulhas juga menegaskan komitmen Pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg). Saat ini, harga gabah di Aceh Besar telah mencapai sekitar Rp 7.000 per kg, sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Baca juga : Menteri Brian Ajak PTS Mencetak SDM Unggul

Dalam sesi dialog, seorang petani dari Kecamatan Blang Bintang menanyakan solusi Pemerintah mengatasi rantai distribusi pangan yang panjang dan kerap memicu lonjakan harga.

Menanggapi itu, Zulhas menjelaskan bahwa persoalan tersebut akan teratasi melalui pengoperasian program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Koperasi akan menjadi pusat layanan ekonomi desa. Mulai dari penyaluran pupuk, penyerapan hasil panen, hingga distribusi bantuan pangan,” katanya.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Indonesia Ninis K. Adriani menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi lebih efisien. Hingga 11 Juni 2026, secara nasional Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4.374.633 ton atau 44,4 persen dari total alokasi 2026.

Adsense

“Rinciannya 1.984.755 ton Urea, 2.213.848 ton NPK, 35.637 ton NPK Kakao, 3.757 ton SP36, 5.744 ton ZA dan 130.892 ton Organik,” ungkap Ninis.

Adapun Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah strategis pertanian di Aceh dengan sekitar 42.401 petani yang tergabung dalam 703 kelompok tani.

Baca juga : Anis Matta Minta Parpol Tak Terbawa Arus Opini

Usai melakukan kunjungan kerja dan berdialog dengan petani di Aceh, Zulhas melanjutkan agenda kerjanya ke Medan, Sumatera Utara.

Di sana, dia menghadiri peringatan Milad ke-109 ‘Aisyiyah sekaligus Gebyar Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49, Minggu (14/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menegaskan, berbagai program Pemerintah saat ini sejalan dengan Teologi Al-Ma’un yang diajarkan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Menurutnya, penguatan swasembada pangan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Teologi Al-Ma’un.

“Jika pangan Indonesia masih menggunakan konsep pasar bebas, maka yang diperkaya adalah petani luar negeri melalui impor. Sekarang yang diperkuat adalah petani Indonesia. Inilah bentuk kemandirian dan kehormatan bangsa,” ucapnya.

Berdasarkan data Kemenko Pangan, produksi pangan nasional menunjukkan tren positif. Produksi beras pada 2025 mencapai lebih dari 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga : Usung Semangat Abeh Ube Abeh, Dek Gam Ingin Jadikan Aceh Lumbung Suara PAN

Sementara produksi jagung mencapai 16,16 juta ton atau naik 6,74 persen dibandingkan 2024.

Peningkatan produksi tersebut turut menekan ketergantungan impor, yang ditandai dengan tidak adanya impor beras konsumsi maupun jagung pakan sepanjang 2025 hingga 2026. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Senin, 15 Juni 2026 dengan judul "Bertemu 400 Petani Aceh Zulhas Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lancar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense