BREAKING NEWS
 

Tiket Pesawat Hingga Kereta Dapat Diskon, Ini Daftar Stimulus Transportasi

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 17 Juni 2026 20:27 WIB
Kepala Bakom Muhammad Qodari (tengah), Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi (kanan), dan Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan paparan dalam konferensi pers mengenai Program Prioritas serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Nasional di tengah perubahan iklim di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus tarif transportasi pada Semester II 2026 guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas masyarakat, konsumsi domestik, dan aktivitas pariwisata.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan, paket insentif tersebut difokuskan pada dua momentum strategis, yakni masa libur sekolah pada Juni–Juli 2026 serta periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir tahun.

"Memasuki Semester II-2026, pemerintah menyiapkan paket stimulus yang diarahkan untuk mendorong pergerakan ekonomi di dua momen strategis yaitu libur panjang sekolah Juni-Juli dan Natal serta Tahun Baru di penghujung tahun," kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Untuk periode libur sekolah Juni–Juli 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 190,5 miliar guna memberikan diskon tarif transportasi darat dan laut kepada sekitar 3,07 juta penerima manfaat.

Baca juga : DPR Minta Kemenhub Update Regulasi Perlintasan Sebidang

Melalui program tersebut, masyarakat akan memperoleh potongan harga sebesar 30 persen untuk layanan kereta api dan kapal laut. Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan pada layanan penyeberangan feri.

Di sektor transportasi udara, pemerintah menyiapkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama periode libur sekolah.

Adsense

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 472,7 miliar dengan target penerima manfaat sekitar 2,3 juta penumpang.

Sementara itu, untuk periode Nataru, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 61,4 miliar untuk stimulus tarif transportasi nonudara yang ditargetkan menjangkau sekitar 2,87 juta pengguna.

Baca juga : KAI Perkuat Peran Kereta Api dalam Transformasi Energi Lewat Roadmap Biodiesel

Pada periode yang sama, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 722 miliar dalam bentuk insentif PPN DTP bagi sektor transportasi udara. Program tersebut ditargetkan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 3,7 juta penumpang.

Qodari mengatakan kebijakan stimulus transportasi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan aktivitas ekonomi selama musim liburan, sekaligus memperkuat sektor-sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional.

Menurut dia, program tersebut dirancang melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh industri transportasi dan pariwisata, tetapi juga sektor ekonomi lainnya.

"Kolaborasi pemerintah dan swasta ini dirancang bukan hanya untuk menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga untuk mendorong konsumsi domestik secara lebih luas, memperkuat sektor ritel, memberdayakan pelaku UMKM, dan memperluas pengalaman wisata keluarga di dalam negeri," ujarnya.

Baca juga : PNM Perkuat Kepemimpinan, Siapkan Babak Baru Transformasi

Pemerintah berharap stimulus tarif transportasi tersebut dapat meningkatkan pergerakan masyarakat selama musim liburan, mendorong belanja rumah tangga, serta memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense