RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan program pompanisasi sebagai salah satu strategi utama untuk menjaga produksi pangan nasional menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026.
Langkah ini diyakini mampu memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga petani tetap dapat menanam meski curah hujan menurun.
Baca juga : Sekjen Golkar Ajak NU Perkuat Kebangsaan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pompanisasi merupakan bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim yang dijalankan Kementan. Melalui pemanfaatan pompa air, lahan yang berpotensi mengalami kekeringan tetap dapat diairi sehingga petani tidak kehilangan kesempatan tanam.
Menurut Amran, program pompanisasi telah berjalan dan akan terus dilanjutkan. Pemerintah memilih melakukan langkah antisipatif dengan belajar dari pengalaman sebelumnya ketika dampak El Nino memicu kekeringan di berbagai daerah.
Baca juga : Gerindra Minta Kader Jaga Etika Sebagai Pejabat Publik
“Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam. Karena itu kami mempercepat berbagai langkah mitigasi. Salah satu melalui gerakan pompanisasi agar air tetap tersedia dan produksi pangan tetap aman,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) itu menegaskan, pompanisasi bukan sekadar penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Baca juga : Perayaan Freedom 250 AS Picu Pro Dan Kontra
“Pompanisasi adalah instrumen mitigasi yang sangat efektif. Dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang tersedia, kita memastikan petani tetap bisa menanam meskipun curah hujan menurun,” katanya.
Selain pompanisasi, Kementan juga mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan, serta pemanfaatan teknologi pertanian. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim untuk mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.