RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) RI dan Ministry of Statistics and Programme Implementation (MoSPI) India menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperkuat kerja sama statistik kedua negara. Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto usai kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli lalu.
Penandatanganan LoI dilakukan oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dan Secretary of MoSPI India, Saurabh Garg, di sela-sela Meeting of Heads of National Statistical Offices (NSOs) of BRICS Countries yang berlangsung di Lucknow, India, pada 3-4 Agustus 2026.
Pertemuan para pimpinan lembaga statistik negara-negara BRICS tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks sekaligus menjawab kebutuhan akan data statistik resmi yang berkualitas, tepercaya, tepat waktu, dan relevan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Baca juga : Kawal Program Pemerintah, Politisi Gerindra Sidak Sekolah Rakyat Di Daerah
Dalam pertemuan bilateral itu, Indonesia dan India sepakat memperkuat kerja sama kelembagaan di bidang statistik. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam LoI yang mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran metodologi dan praktik terbaik, transformasi digital statistik, penyelenggaraan pelatihan bersama, hingga berbagai bentuk kerja sama teknis lainnya.
Penguatan kerja sama ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara setelah kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli lalu.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk diseminasi statistik dan pengembangan digitalisasi proses bisnis statistik.
Baca juga : Jalankan Instruksi Prabowo, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik
BPS saat ini telah memiliki platform digital bernama FASIH yang digunakan untuk pengumpulan data sekaligus pengecekan kualitas data. Sementara itu, MoSPI mengembangkan platform serupa bernama e-SIGMA.
Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga akan saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik untuk memodernisasi FASIH maupun e-SIGMA. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas proses pengelolaan statistik di kedua negara.
Partisipasi aktif Kepala BPS dalam Meeting of Heads of NSOs of BRICS Countries juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan dalam komunitas statistik internasional.
Baca juga : Jaga Stabilitas Kawasan, Prabowo Perkuat Kerja Sama Pertahanan Dengan Thailand
Melalui kolaborasi yang semakin erat dengan negara-negara BRICS, BPS berharap dapat memperluas kontribusi Indonesia dalam pengembangan statistik global sekaligus memperkuat kapasitas nasional dalam menyediakan data statistik yang berkualitas, bermakna, dan berdampak sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.