BREAKING NEWS
 

Di Balik Antrean A007 Jatiwarna

Menjemput Sehat Sebelum Terlambat

Reporter & Editor :
FAZRY
Jumat, 14 Agustus 2026 06:55 WIB
Warga menunggu antrean layanan kesehatan di UPTD Puskesmas Jatiwarna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatan sejak dini sebagai langkah mencegah penyakit dan memperoleh penanganan lebih cepat. Foto: DOK: FAZRY RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Secarik kertas termal bernomor antrean A007 terselip di antara jemari yang mulai berkeringat dingin. Di luar, matahari baru saja membiaskan cahaya tipis di pelataran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatiwarna, Kota Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Jarum jam menunjukkan pukul 07.20 WIB, tetapi barisan kursi di lorong fasilitas kesehatan itu sudah berdenyut oleh napas warga yang datang berkejaran dengan waktu. Hari itu, saya melangkah masuk bukan sekadar sebagai wartawan yang memegang buku catatan, melainkan sebagai warga yang hendak menguji tubuhnya sendiri melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan oleh Pemerintah.

Di antara wangi pembersih lantai dan dengung pendingin ruangan, nomor A007 mendadak menjelma cermin yang mengusik: membenturkan kita pada pertanyaan paling mendasar di tengah riuk urban. Apakah tubuh ini benar-benar prima, atau kita sekadar beruntung belum disapa rasa sakit? Di ruangan inilah, garis batas antara rasa percaya diri yang semu dan fakta medis yang jujur diuji.

Baca juga : Hormati Sikap PDIP Di Luar Pemerintahan

Suasana lorong terasa riuh tapi tertib. Sebagian warga melangkah mantap masuk ruang tunggu, karena telah mendaftar via aplikasi SATUSEHAT mobile, sementara yang lain menanti di loket pendaftaran konvensional.

Dari berbagai layanan poli, mulai umum, lansia, gigi, hingga Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), layanan CKG pagi itu seolah menjadi jalur yang menanti untuk dijelajahi.

Prosesnya ringkas. Bermodal petunjuk ramah petugas, riwayat kesehatan mandiri diisi di ponsel. Tak sampai sepuluh menit, nomor A007 dipanggil ke meja pengkajian kunjungan sehat. Dari pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, hingga tinggi badan, semua mengalir tanpa sekat.

Baca juga : 45 Anggota DPRD Usulkan Pemakzulan, Bupati Gowa Di Ujung Tanduk

Petugas laboratorium pun memberi panduan sigap usai mengambil sampel darah. “Nanti dua jam datang lagi ya, Pak. Bapak makan dulu. Habis ini bisa ke poli gigi, lalu rekam jantung di gedung sebelah,” katanya, ramah.

Bagi sebagian warga, CKG bukan sekadar fasilitas cuma-cuma, melainkan jaring pengaman kehidupan. Ibu Ita (56), warga lokal, mengaku rutin memanfaatkan layanan ini tiap tiga bulan. Walau tak memiliki riwayat diabetes, dia tak ingin terkecoh oleh rasa sehat yang semu.

“Saya bukan penderita gula, tapi mending cek untuk jaga-jaga. Mumpung ada program gratis dari Pemerintah. Kalau bayar sendiri, belum tentu rutin,” ungkapnya.

Baca juga : Sambut HUT RI Ke 81, BUMN Tebar Diskon Tiket Transportasi Dan Wisata

Kesadaran warga seperti Ibu Ita adalah hembusan angin segar di tengah ancaman silent killer (pembunuh senyap) yang kian mengintai masyarakat modern. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal kini memuncaki daftar penyebab kematian di Indonesia. Sering kali, PTM menggerogoti organ vital tanpa keluhan, hingga komplikasi berat, telanjur mematok harga mahal.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kunci utama melawan ancaman ini ada pada kedisiplinan mengawal indikator vital: tekanan darah (di bawah 120/80 mmHg), gula darah sewaktu (kurang dari 200 mg/dL) dan kolesterol total (di bawah 200 mg/dL).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense