Sebelumnya
“Penyakit seperti stroke, jantung dan ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat rutin melakukan pemeriksaan. Jangan dianggap enteng meskipun merasa sehat,” tegas Budi saat meresmikan Peluncuran CKG di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polri, Jakarta, Selasa (23/6).
Semangat itulah yang diusung dalam Tema Lomba Jurnalistik Kemenkes: “Cek kesehatan gratis, cegah dini, tuntas obati.”
Per 31 Juli 2026, program ini mencatatkan angka impresif dengan menjangkau 73,8 juta penduduk, melampaui capaian sepanjang 2025 yang berada di angka 70 juta peserta.
Baca juga : Hormati Sikap PDIP Di Luar Pemerintahan
Target 130 juta jiwa pada akhir 2026 terus dikejar melalui integrasi lebih dari 10.000 Puskesmas, sekolah, hingga komunitas di pelosok negeri.
Namun, deretan angka itu barulah hulu dari hilir yang lebih vital: tata laksana medis yang tuntas. Kemenkes memastikan risiko hipertensi, diabetes, maupun kolesterol tinggi yang terdeteksi saat CKG langsung ditindaklanjuti.
Obat-obatan awal disiapkan gratis hingga 15 hari pertama di Puskesmas, sebelum diteruskan secara berkelanjutan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca juga : 45 Anggota DPRD Usulkan Pemakzulan, Bupati Gowa Di Ujung Tanduk
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menuturkan, deteksi dini harus bertransformasi menjadi gaya hidup baru masyarakat urban.
Senada, pakar kesehatan masyarakat dr. Iwan Ariawan menekankan muara akhir CKG adalah memperpanjang masa hidup sehat (healthy life expectancy).
“Karena itu, cek kesehatan gratis harus berjalan dalam satu rantai utuh: skrining, deteksi dan tindak lanjut,” ucap dr. Iwan di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca juga : Sambut HUT RI Ke 81, BUMN Tebar Diskon Tiket Transportasi Dan Wisata
Matahari makin tinggi di atas Puskesmas Jatiwarna saat lembar hasil rekam jantung dan uji laboratorium berpindah ke tangan saya. Dari selembar kertas antrean A007, ada kepastian dan rasa tenang yang membuncah.
Kertas kecil itu telah menunaikan tugasnya: membuktikan bahwa menjaga kesehatan tak lagi harus menunggu sakit menyapa. Kini, ruang Puskesmas siap menjadi benteng terdepan untuk hidup berkualitas. FAZRY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 14 Agustus 2026 dengan judul "Di Balik Antrean A007 Jatiwarna Menjemput Sehat Sebelum Terlambat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.