BREAKING NEWS
 

Kerahkan 1.200 TEP Ke Papua

Kementrans Kerek Potensi Lokal Dan Peluang Usaha

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Jumat, 14 Agustus 2026 06:58 WIB
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Konferensi Pers Pemerintah di Auditorium Bakom RI, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Humas Kementerian Transmigrasi / Rajif Nugraha

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengerahkan sekitar 1.200 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke sejumlah kawasan transmigrasi di Papua. Mereka tidak hanya ditugaskan memetakan persoalan, juga membantu mengembangkan potensi lokal, membuka akses pasar dan investasi, serta menciptakan usaha dan lapangan kerja baru.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, para Patriot yang terdiri atas akademisi, peneliti dan tenaga ahli dari berbagai perguruan tinggi diminta bekerja langsung menjawab persoalan masyarakat.

Mereka diharapkan menerapkan teknologi tepat guna, mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah, serta mempertemukan pelaku usaha dengan mitra, pembeli, dan investor.

Baca juga : Pemerintah Minta Emiten Perkuat Kinerja Dan Bisnis

“Yang paling penting seberapa besar dampak yang dihasilkan. Ukurannya bukan berapa banyak peserta yang kita kirim, tetapi perubahan nyata yang kita tinggalkan bagi masyarakat,” ujar Iftitah dalam keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).

Para Patriot akan ditempatkan di sejumlah kawasan transmigrasi. Antara lain Lereh di Jayapura, Senggi di Keerom, Salor dan Muting di Merauke, serta Prafi di Manokwari. Penugasan juga mencakup Momiwaren di Manokwari Selatan, Werianggi-Werabur di Teluk Wondama, Bomberay-Tomage dan Weri-Saharey di Fakfak, serta Klamono-Segun di Sorong.

Adsense

Penugasan tersebut melibatkan 10 perguruan tinggi mitra yang memiliki keahlian di berbagai bidang. Perguruan tinggi tersebut yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Brawijaya.

Baca juga : Papua Siapkan Layanan Publik untuk HUT ke-81 RI

Dijelaskan, dampak positif dari penugasan tersebut akan diukur melalui sejumlah indikator. Di antaranya pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas dan pendapatan, perkembangan usaha lokal, terbukanya pasar dan pembeli, serta munculnya investasi dan lapangan kerja.

Dalam pelaksanaannya, setiap tim di Papua akan menyusun solusi berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing kawasan transmigrasi.

Kondisi lahan, cuaca, suhu, medan, komoditas unggulan, hingga karakter sosial dan budaya masyarakat akan menjadi dasar dalam merancang program.

Baca juga : ATI Dorong Ekosistem Investasi Jalan Tol yang Sehat dan Berkelanjutan

Menurut Iftitah, pendekatan berbasis kondisi lokal memungkinkan pendampingan diarahkan pada kebutuhan yang paling relevan di setiap kawasan. Wilayah yang memiliki potensi pertanian, misalnya, dapat difokuskan pada peningkatan produksi dan pengolahan pascapanen. Adapun daerah dengan produk unggulan lokal dapat diarahkan untuk memperbaiki kualitas, kemasan, kapasitas usaha, dan nilai jual.

“Tidak ada pembangunan di Tanah Air ini yang one size fits all. Sistemnya harus tailor-made. Setiap wilayah memiliki potensi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, pendekatannya tidak boleh dipukul rata,” ujar Iftitah. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 14 Agustus 2026 dengan judul "Kerahkan 1.200 TEP Ke Papua Kementrans Kerek Potensi Lokal Dan Peluang Usaha"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense