BREAKING NEWS
 

Dari Pupuk Murah Hingga B50, Prabowo Ungkap Lompatan Menuju Swasembada Nasional

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 14 Agustus 2026 15:56 WIB
Presiden Prabowo saat pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah capaian pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi nasional.

Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Prabowo mengatakan sejumlah target yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu bertahun-tahun justru dapat dicapai lebih cepat.

Salah satu capaian yang disorot adalah swasembada pangan. Prabowo menyebut target yang semula diperkirakan tercapai dalam empat hingga lima tahun, kini berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

Baca juga : Prabowo: Banyak Siswa Sekolah Rakyat Berprestasi, Mereka Bisa Jika Difasilitasi

“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun,” kata Prabowo, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, capaian tersebut berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola pupuk. Pemerintah menghapus 145 aturan dalam penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Ia menyebut kebijakan tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia.

Adsense

Di sisi lain, keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut meningkat hingga 252,8 persen. Prabowo mengatakan Indonesia pada tahun ini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Baca juga : Prabowo: Profit PT Timah Naik 9 Kali Lipat Setelah 1.000 Tambang Ilegal Ditutup

Tak hanya pangan, pemerintah juga mulai merealisasikan target swasembada energi. Salah satunya melalui penerapan bahan bakar nabati B50 yang mencampurkan biodiesel berbasis minyak sawit dengan solar.

Prabowo menyebut Indonesia mulai memproduksi diesel B50 dan sejak 1 Juli 2026 tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.

Kebijakan tersebut, menurut dia, membuat Indonesia mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS.

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Capaian Kerja Prabowo: Dari Swasembada Pangan hingga Reformasi BUMN

“Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan kita berhasil menghemat devisa Rp 170 triliun,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan berbagai capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Program makanan bergizi, bantuan sosial, hingga hilirisasi juga disebut sudah mulai berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. “Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” kata Prabowo.

Menurutnya, ukuran kemerdekaan bukan sekadar apa yang diproklamasikan, melainkan apa yang benar-benar dirasakan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense