BREAKING NEWS
 

Bahlil Targetkan Lifting Minyak Naik Jadi 612.500 Barel Per Hari Pada 2027

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 31 Agustus 2026 20:49 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan lifting minyak bumi Indonesia meningkat menjadi 612.500 barel per hari pada 2027. Jumlah ini naik dibandingkan target 2026 sebesar 610 ribu barel per hari.

Target tersebut disepakati dalam Rapat Kerja Kementerian ESDM bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).

"Kami sepakati target lifting minyak menjadi 612.500 barel per hari," ujar Bahlil.

Menurut dia, peningkatan lifting minyak pada 2027 akan didorong melalui penambahan sumur minyak di sejumlah wilayah serta optimalisasi produksi dari lapangan-lapangan eksisting.

Salah satu sumber tambahan produksi akan berasal dari pengembangan sumur minyak di wilayah Madura yang akan digarap oleh Petronas, perusahaan minyak dan gas milik Pemerintah Malaysia.

Baca juga : Bahlil: PLTS 100 GWp Hemat Subsidi Rp 73,9 T Dan Buka 5,52 Juta Lapangan Kerja

Selain itu, Pemerintah juga mengandalkan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak dari sumur-sumur yang telah beroperasi.

Bahlil mengatakan potensi penambahan produksi juga berasal dari sejumlah sumur minyak di Sumatera yang diharapkan dapat mulai memberikan kontribusi terhadap lifting nasional.

"Terus ada juga beberapa potensi penambahan sumur kita yang ada di Sumatera. Saya pikir, insyaallah doakan saja mudah-mudahan tidak ada masalah di sektor listrik atau pipa," katanya.

Adsense

Meski menargetkan kenaikan lifting pada 2027, realisasi produksi minyak nasional pada tahun ini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Kementerian ESDM mencatat rata-rata produksi minyak mentah hingga 31 Juli 2026 mencapai 578.156 barel per hari atau masih berada di bawah target APBN 2026 sebesar 610 ribu barel per hari.

Baca juga : Bahlil Lempar Guyonan ke Koster: Kelola Negara Jangan Lihat Warna

Bahlil mengatakan salah satu penyebab belum tercapainya target tersebut adalah penurunan produksi secara alamiah atau natural decline di Blok Cepu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut dia, produksi Blok Cepu yang sebelumnya mencapai puncak sekitar 185 ribu barel per hari kini turun menjadi sekitar 140 ribu barel per hari.

"Di Cepu yang tadinya puncak produksinya di 185 ribu barel per hari, dia turun menjadi 140 ribu barel per hari," ujar Bahlil.

Selain penurunan produksi di Blok Cepu, gangguan infrastruktur juga mempengaruhi capaian lifting minyak nasional.

Bahlil menyebut kebocoran jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) serta gangguan sistem kelistrikan turut berdampak terhadap kegiatan produksi di Blok Rokan.

Baca juga : Bahlil Genjot Potensi Raksasa Geotermal: Pengusaha Jangan Tahan Konsesi

Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia kehilangan potensi produksi minyak sekitar 4 juta hingga 5 juta barel.

"Sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4–5 juta barel. Itu kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610 ribu barel per hari," katanya.

Pemerintah pun berharap tambahan produksi dari sumur baru, pengembangan lapangan di Madura, optimalisasi sumur di Sumatera, serta penerapan teknologi EOR dapat mendukung peningkatan lifting minyak nasional menjadi 612.500 barel per hari pada 2027.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense