RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rentang dua pekan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berkali-kali turun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran itu diikuti pembukaan kembali akses jalan, penyediaan layanan dasar, serta verifikasi menyeluruh terhadap infrastruktur yang menopang kehidupan masyarakat.
Bencana menguji lebih dari kekuatan bangunan. Ia menguji kecepatan negara membaca keadaan, ketepatan mengambil keputusan, dan kesanggupan hadir ketika masyarakat sedang berada dalam situasi paling rentan.
Di Nusa Tenggara Timur, rangkaian gempa dan dampak ikutannya merusak jalan, jembatan, sumber air, jaringan air minum, fasilitas kesehatan, sekolah, serta rumah ibadah. Dalam keadaan seperti itu, respons tidak boleh berhenti pada laporan. Infrastruktur harus segera dipulihkan agar kehidupan dapat bergerak kembali.
Baca juga : Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Kementerian Pekerjaan Umum bekerja dengan satu urutan yang jelas: membuka akses, memastikan layanan dasar tersedia, memeriksa tingkat kerusakan, lalu menyiapkan penanganan lanjutan.
Urutan ini penting karena setiap ruas jalan yang terputus dapat menghambat pertolongan, setiap sumber air yang terganggu dapat memperbesar risiko kesehatan, dan setiap fasilitas publik yang belum dinilai dapat menimbulkan bahaya baru bagi masyarakat.
Kehadiran yang Berulang, Bukan Seremonial
Baca juga : RedDoorz Salurkan Bantuan Rp25 Juta untuk Korban Bencana NTT Dan Kalimantan
Keseriusan penanganan itu terlihat dari intensitas kehadiran Menteri PU di lapangan. Dalam rentang 15 sampai 28 Agustus 2026, Menteri PU berkali-kali melakukan kunjungan kerja ke NTT.
Kunjungan pertama berlangsung pada 15 sampai 18 Agustus. Menteri tiba di Labuan Bajo, memimpin rapat koordinasi penanganan gempa, mengikuti upacara kemerdekaan di Ende, meninjau kondisi serta berkoordinasi di Nagekeo, kemudian melakukan peninjauan bersama Menteri Pertahanan sebelum kembali ke Jakarta.
Kunjungan kedua berlangsung pada 23 sampai 26 Agustus. Menteri tiba di Sikka dan kembali memimpin koordinasi penanganan bencana, meninjau Palue, mengikuti rapat penanganan bencana di Ende, melihat langsung lokasi longsor di kawasan Danau Kelimutu, dan mendampingi peninjauan Presiden di Nagekeo.
Baca juga : Gempa Darat M4,3 Guncang Cianjur, Kedalaman 5 Km
Pada 28 Agustus, Menteri kembali lagi ke NTT. Peninjauan dilakukan terhadap gereja di Dampek, masjid di Reok, serta Jembatan Wae Pesi dan Wae Dampek. Kehadiran yang berulang dalam rentang sekitar dua pekan bukanlah catatan perjalanan biasa. Ini menunjukkan bahwa keputusan penanganan tidak hanya dibuat dari balik meja.
Kondisi lapangan dilihat langsung, perkembangan pekerjaan diperiksa, kebutuhan masyarakat didengar, dan koordinasi lintas lembaga diperkuat. Dalam situasi bencana, kehadiran berulang juga membawa pesan penting kepada petugas di lapangan dan masyarakat: pekerjaan ini dikawal sampai tuntas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.