RM.id Rakyat Merdeka - Tim Direktorat Sekolah Dasar, Kasman, yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah tiba di NTT, tepatnya di Kabupaten Manggarai, sejak Rabu (19/8/2026).
Menurut pengakuan Kasman, perjalanan menuju titik lokasi tujuan diwarnai longsor di sisi jalan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Tim Kemendikdasmen tetap hadir dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa goodie bag berisi makanan bagi 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP yang berada di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Selain bingkisan makanan berupa susu, air minum kemasan, dan makanan ringan, Tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP. Family kit turut diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.
Baca juga : Kemendikdasmen Gercep Kirim 50 Tenda Darurat Dan Bantuan Sekolah Ke NTT
“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Selain menyalurkan bantuan di lokasi pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar juga memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak gempa bumi.
Santunan senilai Rp 2 juta dan family kit diberikan kepada salah satu guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat dampak gempa bumi.
Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan sebesar Rp 1 juta dan school kit kepada salah satu murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah.
Baca juga : Stafsus Menag Gugun Gumilar Bangkitkan Mimpi Anak Madrasah NTT Lewat Beasiswa
Sementara itu, santunan juga diberikan kepada keluarga murid yang meninggal dunia, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i. Kemendikdasmen menyerahkan santunan sebesar Rp 5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.
Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, mengungkapkan betapa bermaknanya kehadiran pemerintah di tengah masa-masa sulit yang dialami para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.
Gempa bumi mungkin telah merusak dinding-dinding kelas di Jalan Gurami, namun gerak cepat kepedulian pemerintah bersama keteguhan para pendidik membuktikan bahwa semangat belajar anak-anak Manggarai tidak akan pernah runtuh.
Kehadiran Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang bergerak cepat menyalurkan bantuan ke lokasi bencana terasa berarti bagi para korban.
Baca juga : ESDM Kerahkan 58 Tim Minerba Bantu Korban Gempa NTT
Hal tersebut terlihat dari sambutan sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan di lokasi pengungsian.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.