Sebelumnya
Seorang penyuluh perempuan dari Sulawesi Tengah, misalnya, ikut tutorial sambil memasak. Ada pula peserta yang mendengarkan materi sambil berkendaraan.
Tingkah laku dan celetukan peserta dalam logat daerah masing-masing membuat suasana makin meriah dan akrab.
Baca juga : Masalah Perut Bisa Menjadi Penyulut Masalah Keamanan
Sore dan malamnya, peserta disibukkan dengan PR dan modul untuk dibaca. Sebelumnya, dari pagi sampai siang, sehabis sesi, selalu ada semacam kuis singkat.
Selanjutnya, peserta juga membuat Rencana Tindak Lanjut yang bisa diterapkan di lokasinya masing-masing sesudah pelatihan selesai. Meski diselingi hambatan jaringan, secara keseluruhan pelatihan gelombang 1 ini berhasil.
Baca juga : Senator Ini Bingung Harga Pertalite Kenapa Nggak Turun-turun?
Keseluruhan proses bisa berjalan lancar. Kerjasama dari penanggung jawab, tutor, admin dan staf lainnya juga berlangsung dengan baik.
Untuk gelombang berikutnya, e-learning tampaknya akan terlaksana dengan baik sampai Juni nanti. Harapannya, sampai selesai akan dilatih total 3.000 peserta. Suatu jumlah yang cukup signifikan.
Baca juga : Ketua DPD Minta Bansos & Bantuan Pangan Segera Cair
Akhirnya, saya sampaikan rasa salut buat Kementerian LHK, yang dalam masa pandemi Covid19 mampu melakukan perubahan adaptif dan menghadirkan pengenalan "the new-normal" terhadap petani dan pendamping. Ilmu pendampingan mereka diperkuat, pengayaan penggunaan digital juga terjadi.
Maka, tidak sabar rasanya saya menanti kejutan menyenangkan pada e-learning berikutnya. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.