Sebelumnya
Pembagian kuota ini pun dapat dihitung menggunakan tren pengiriman barang yang berunsur jumlah kontainer yang diangkut dari voyage 1 hingga yang terakhir tahun sebelumnya, jumlah total kontainer sampai dengan voyage terakhir, dan 30 persen dari jumlah kontainer. Namun, sebagai acuan kuota awal, dapat menyesuaikan kondisi berdasarkan jumlah penduduk dan rekomendasi Kementerian Perdagangan.
Selama tahun 2017-2018, Tol Laut membantu penurunan disparitas harga barang di sejumlah daerah. Pemerintah mengoptimalkan Tol Laut dengan membuat pusat logistik Rumah Kita yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pemasaran, pendistribusian, dan untuk mengendalikan harga. Rumah Kita menyediakan stok logistik yang cukup, sehingga masyarakat mendapatkan harga komoditas yang terjangkau.
Baca juga : PLN Bakal Kasih Diskon Tarif Setrum
Rumah Kita juga mencegah terjadinya praktek monopoli pengusaha lokal yang membuat harga komoditas mahal. Program Rumah Kita ini juga terkait dengan digitalisasi Tol Laut yang digagas oleh Kemenhub. Terobosan digitalisasi Tol Laut ini memungkinkan pengguna jasa, operator, dan pemerintah secara bersama-sama dapat melacak setiap aspek pengiriman barang.
“Melalui digitalisasi, kita juga bisa melihat ada atau tidaknya praktek monopoli. Kalau barang itu dikelola oleh orang yang sama, berarti ada suatu monopoli. Hal seperti inilah yang membuat harga-harga barang tidak turun,” ungkap Menhub.
Baca juga : Program Sertifikasi Konstruksi Digenjot
Kelancaran program Tol Laut juga bergantung pada kerja sama dan sinergitas antar Kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah. Kementerian Pertanian berfungsi menyuplai beraneka ragam komoditas daerah yang akan diangkut kapal tol laut sebagai muatan balik, sedangkan Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah bertanggung jawab mengendalikan harga komoditas dan menjamin kelancaran distribusi barang ke masyarakat. [TIM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.