RM.id Rakyat Merdeka - Ratusan warga yang kesel karena tagihan listriknya membengkak mengadu ke Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Mereka berharap urusan ini bisa dituntasin oleh Si Opung.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya telah menggelar audensi terkait dengan kenaikan tarif setrum melalui zoom, Jumat (9/6) sore. Kegiatan ini untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.
Menurut Purbaya, Kemenko Maritim dan Investasi sudah mengundang masyarakat terlebih dahulu yang ingin melakukan pengaduan untuk melaporkan via email kepada dirinya dan tim. “Kami meminta pengaduan dari masyarakat melalui alamat email pengaduanenergi@maritim.go.id. Jadi kalau ada kasus seperti ini, langsung kirim saja email ke sana,” pesannya.
Baca juga : PLN Bakal Disidang DPR
Hingga Kamis (11/5), ada 234 laporan. Dia dan tim kemudian mengadakan audiensi dengan sejumlah masyarakat yang pengaduannya dirasa mewakili mayoritas laporan masuk.
Anggana, salah satu korban, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. “Penggunaan listrik saya lihat dari trennya cukup normal. Kami sekeluarga sejak Januari 2020 sudah stay di rumah dan dari situ kami tidak ada perubahan pada aktivitas dan kebiasaan. Namun pada tagihan Juni 2020 ada peningkatan tagihan sekitar 23-51 persen,” tuturnya.
Begitu juga halnya dengan Sabda Tuah. Dia heran bukan main saat rumah kosong miliknya punya tagihan selangit. “Rumah saya di Pekanbaru baru selesai (dibangun) dan kami baru mendapatkan rekening listrik. Rumah tersebut masih kosong belum kami huni. Tapi tagihan listrik yang masuk sampai 1,5 juta rupiah. Padahal kan rumahnya kosong,” ungkapnya.
Baca juga : Luhut Nantang Debat, RR Ayo Ladeni Dong!
Hak serupa dialami Laela Indawati. Menurut dia, tagihan listriknya sejak Januari-Mei, kisaran Rp 100-150 ribu. Namun, pada bulan kemarin Rp 559 ribu. Tentu hal ini bikin dirinya sakit kepala. Karena pengakuannya selama PSBB bengkel tempat usahanya sudah tidak ada aktivitas. Begitu juga Andriana Sakti yang mengadukan kenaikan tagihan listrik di tempat usaha olehnya.
“Dari Oktober 2019 sampai Mei 2020, tagihan yang saya terima tidak jauh dari Rp 1,2-1,4 juta. Tapi di bulan Juni 2020 tagihannya sekitar Rp 2 juta dalam keadaan kantor tutup. Ini bukan kami tidak ingin bayar, tapi lebih ke transparansi saja, ini kenapa bisa ada kekurangan tagihan, kenapa melonjaknya tinggi,” protesnya.
Menanggapi curhatan warga, Purbaya meminta, kesediaan peserta audiensi mengirimkan nomor rekening pelanggan serta foto KWH meter penggunaan sebagai bukti penggunaan sebagai bahan pembanding saat dilakukan investigasi ke PLN. “Makanya saya adakan forum ini, kita mau lihat seperti apa, jadi kami ada di tengah. Nanti saya kirimkan tim ke PLN, kita cocokkan juga meterannya. Nanti saya akan bawa tim dari badan siber juga, untuk memastikan tidak ada kebocoran,” ucapnya.
Baca juga : Anarko, Awas Lu Kalau Berani!
Meski begitu, dia minta, waktu untuk melakukan pengecekan ke PLN. “Saat ini kami belum bisa menyimpulkan sebelum ada pemeriksaan kembali dengan data di PLN. Kami akan jalan betul-betul melihat seperti apa yang terjadi. Tapi kami akan berjalan di tengah,” imbuhnya Purbaya. Nantinya, perkembangan akan dikabarkan melalui email, atau akan diadakan audiensi serupa jika diperlukan.
Audiensi ini membuat penghuni dunia maya bertanya-tanya. Keheranan, karena tagihan listrik diurus kementerian Luhut. “Nah saya nggak ngerti, kenapa harus ke Pak Luhut,” cuit SusantoMulyono2. Akun @bbirrfi berusaha ngasih jawaban. “Biar diajak makan siang mas,” timpalnya. “Luhut ini sebenarnya jabatannya apa tho. Perasaan kapasitasnya malah melebihi Presiden,” ledek @AridaWijayanti.
“Lah knapa ke Kemenko Maritim? Wkkww. Semua masalah diserahin dan diurusin sama menkosaurus opung Luhut,” ucap @rachma_die. “Kalo diurus opung, pasti beres itu, lae,” cetus @faqihmubarok. “Hey anda tidak thau listrik kita dibangkitkan oleh air laut? bela @TRedwitch. “Oo dikira dibangkitkan dari kubur,” tukas @rachma_die. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.