BREAKING NEWS
 

Cegah Penularan Covid-19 Klaster Keluarga

Silaturahmi Jalan, Tetapi Jangan Lupa Jaga Prokes

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 7 November 2020 06:28 WIB
Juru Bicara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Ratna Susianawati. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Sedangkan Protokol Kesehatan Keluarga, disusun oleh Kementerian PPPA bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Protokol tersebut terdiri atas empat bagian, yaitu protokol kesehatan keluarga secara umum, protokol kesehatan keluarga ketika ada anggota keluarga yang terpapar, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah, dan protokol kesehatan keluarga ketika ada warga yang terpapar.

Baca juga : Cegah Klaster Keluarga, Ikuti Protokol Kesehatan dengan Maksimal

“Sudah ada beberapa protokol lain yang terintegrasi di Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terkait perempuan, yang menjadi pedoman penanganan kasus ke kerasan selama pandemi Covid 19 di lapangan,” jelasnya.

Di acara yang sama, Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (uNS), Tonang Dwi Ardyanto juga menjelaskan, belum ada patokan bagaimana seseorang yang sebelumnya tanpa gejala bisa menjadi gejala berat bahkan kritis akibat Covid-19. “Bisa saja masih muda dan tanpa gejala, kemudian terjadi perburukan dan menjadi fatal,” katanya.

Baca juga : Ingat Ya, Pake Masker Harus Benar, Jangan Asal-asalan...

Tonang menambahkan, sebagian besar kasus Covid-19 di Indonesia adalah tanpa gejala. Hanya 10 persen yang menjadi bergejala berat dan hanya 5 persen yang menjadi kritis. Meskipun secara persentase kecil, tetapi secara absolut jumlahnya tetap banyak.

Begitu pula dengan angka kematian. Meskipun persentase kematian akibat Covid-19 relatif rendah, tetapi karena terjadi penambahan kasus, maka jumlahnya masih tetap tinggi.

Baca juga : Relawan Covid-19: Bergerak Tanpa Berkerumun

Meskipun belum ada patokan bagaimana gejala Covid-19 bisa menjadi berat, Tonang mengatakan, kasus konfirmasi positif dan kematian pada anak relatif rendah. Sebaliknya, kasus konfirmasi positif dan kematian pada lanjut usia relatif lebih tinggi. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense