Sebelumnya
Dorong UMKM Rest Area
Dalam kegiatan ini, BUMN-BUMN juga bersinergi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Tempat Peristirahatan Penumpang (Rest Area) jalan tol.
"Sinergi BUMN yang dilakukan seperti inilah, yang terus saya dorong, supaya perekonomian masyarakat di di sekitar tol ini bisa meningkat. Jalan Tol sudah dibangun. Selanjutnya, saya mendorong BUMN membantu masyarakat. Saya juga terus mengawas dan memastikan harga sewa tempat jualan di sini terjangkau. Tidak menyulitkan pelaku usaha, dan pendapatan mereka pun bisa meningkat," imbuh Menteri Rini sambil mengunjungi lapak-lapak penjualan di Rest Area 260 B.
Baca juga : Menteri Rini Resmikan 2 RMU di Pamarican dan Jamanis
Di rest area ini, dijual berbagai jajanan khas daerah lokal serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum lainnya. UMKM yang dipilih untuk mengisi di sana adalah UMKM yang berlokasi di sekitar rest area seperti Brebes, Tegal, Kendal, dan Semarang.
Selain menyediakan fasilitas dan tempat jual bagi pedagang, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) selaku BUMN koordinator, juga melakukan pembinaan terhadap kualitas produk, kemasan, pelayanan produk UMKM.
Penjualan produk UMKM di Rest Area 260 B, memanfaatkan bangunan yang merupakan bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma, Kabupaten Brebes, yang telah direvitalisasi menjadi rest area jalan tol yang terindah di Indonesia. Bangunan yang termasuk cagar budaya ini akan jadi "The Best Rest Area" dan secara arsitektur akan jadi De Tjolomadoe kedua.
Baca juga : Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Beli Hasil Karet Warga Untuk Mengaspal Jalan
Tak sekadar rest area, tempat tersebut juga akan menjadi destinasi wisata yang menyasar pasar pengguna jalan tol. Masyarakat yang berasal dari kota-kota besar terdekat seperti Semarang, Cirebon, dan Purwokerto serta masyarakat sekitar yang ingin berwisata di rest area untuk menikmati kuliner khas daerah ini, sekaligus menikmati keindahan arsitektur cagar budaya bangunan bekas Pabrik Gula (PG) Banjaratma yang sangat menarik bagi pengunjung.
Agus Andayani, Direktur Utama PPI mengatakan, revitalisasi PG Banjaratma telah patuh pada kaidah konservasi bangunan cagar budaya. Salah satunya, tidak boleh mengubah nilai artistik dan keaslian bangunan, yang secara struktur masih dapat dipertahankan.
Rest Area KM 260 B ini merupakan rest area tipe A, yang berarti akan memiliki sejumlah fasilitas seperti SPBU, masjid, toilet, tempat makan minum, bengkel, klinik kesehatan, dan parkir kendaraan kecil dan besar. Di dalam rest area, dibangun puluhan gerai dengan berbagai ukuran yang menempati areal seluas kurang lebih 15.000 meter persegi. Sedangkan luas keseluruhan area Rest Area KM 260 B ini mencapai 11 hektar.
Baca juga : Jokowi Ingin Tak Ada Lagi Ketimpangan Di Masyarakat
"Kami juga menghadirkan Café Covare di sini, yang menyediakan aneka kopi nusantara, dengan kualitas unggulan favoritnya yakni kopi Wamena, yang saat ini lagi terkenal sebagai kopi lokal dengan rasa global," ujarnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.