RM.id Rakyat Merdeka - Bukan hanya Indonesia yang ekonominya mengalami kontraksi karena pandemi Covid-19. Negara tetangga, seperti Singapura, Filipina, Thailand dan Malaysia, semuanya tersungkur. Mengalami kontraksi 5,8 persen hingga 9,6 persen.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, kontraksi ini dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
“170 negara mengalami kontraksi ekonomi pada 2020. Ini kondisi terburuk dalam 150 tahun terakhir. Itu dari studi Bank Dunia,” ujar Sri Mulyani dalam webinar Economic Policy in Dealing with Covid-19 Pandemic and Proper Exit Policy yang digelar Ikatan Ahli Ekonomi Indonesia (IAEI), kemarin.
Baca juga : 170 Negara Alami Kontraksi Terburuk Dalam 150 Tahun Terakhir, Indonesia Masih Mendingan
Sejak diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/ WHO) pada Maret tahun lalu terkait Covid-19, ekonomi seluruh negara terkontraksi.
Pasalnya, pandemi memberikan tekanan luar biasa, termasuk di Indonesia. Akibatnya, ekonomi domestik tidak tertolong dan terkontraksi minus 2,07 persen pada 2020.
“Kita termasuk 170 negara yang mengalami kontraksi,” sebut Sri Mulyani.
Baca juga : Koperasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Jadi Solusi Jeratan Rentenir
Namun, menurut dia, tingkat keparahan Indonesia tidak lebih besar jika dibandingkan beberapa negara-negara lainnya. Baik di ASEAN, G20, bahkan negara di dunia lainnya.
Sri Mulyani menyebut, Prancis mengalami kontraksi hingga minus 9 persen, India minus 8 persen, Italia minus 9,2 persen, Meksiko minus 8,5 persen, Inggris minus 10 persen.
Selain itu, Kanada minus 5,5 persen, Brazil minus 4,5, dan Saudi Arabia minus 3,9 persen.
Baca juga : Pegawainya Divaksin, Pengelola Mall Di Kota Bogor Yakin Ekonomi Segera Bangkit
Sementara jika melihat ASEAN, lanjut Sri Mulyani, Vietnam masih bisa tumbuh positif. Namun negara-negara tetangga dekat Indonesia, semuanya tersungkur. Misalnya, Singapura mengalami kontraksi 6 persen, Filipina 9,6 persen, Thailand 6,6 persen dan Malaysia 5,8 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.